Showing posts with label Cinta. Show all posts
Showing posts with label Cinta. Show all posts

Thursday, February 14, 2013

Valentine Lagi...


Hari ini tepat tanggal 14 Februari. Hari istimewa yang ditunggu oleh banyak muda-mudi. Hari apakah itu? Apalagi kalau bukan Valentine’s Day (VD). Hari serba pinky-pinky, dengan cokelat bertebaran dimana-mana.

Siapa sih di dunia ini yang nggak tau VD? Mulai dari anak kecil hingga eyang-eyang sudah tak asing lagi dengan hari yang populer dengan sebutan hari kasih sayang. Kalau kata mereka yang merayakan sih, VD itu adalah hari dimana seorang gadis menyatakan perasaannya kepada seorang lelaki dengan bingkisan cokelat. Ritual itu merupakan perwujudan cintanya si gadis kepada si lelaki yang entah itu pacar maupun teman tapi mesra. Meskipun sih, VD sekarang lebih variatif, nggak melulu cewek yang ngasih, dan nggak melulu cowok yang dikasih. Dan nggak melulu dengan lover-nya, tapi juga dengan teman atau keluarga.

Namun pertanyaannya, apakah orang-orang yang merayakan dan bergembira dengan datangnya hari tersebut sebenarnya tau asal muasal VD?

“Nggak tau sih, cuma ikut-ikutan aja.”

“Tau sih, tapi bodo amat. Gue mau hepi-hepi.”

“Hm, sejarah ya… masalah buat gue? Santai aja kali.”

Beragam jawaban bisa saja muncul menanggapi pertanyaan di atas. Apapun jawabannya, penting kita ketahui bahwa ternyata sejarah VD itu sama sekali nggak ada hubungannya dengan kasih sayang, dan bahkan melenceng jauh dari ajaran Islam. Astaghfirulah… Bagi anak-anak Rohis dan kawan-kawannya mungkin udah bosen dan hapal di luar kepala terkait hal ini. Tapi sebaliknya, ini mungkin agak asing bagi sebagian mereka yang lain. So, kita bahas aja yuk!

Sebenernya ada banyak versi tentang sejarah lahirnya VD. Penasaran? Intip yuk!

  1. Menurut versi yang paling populer, VD itu untuk mengenang pendeta Kristen bernama St. Valentine yang pada tanggal 14 Februari 270 M (versi tahun bermacam-macam) dihukum mati dengan cara dipenggal kepalanya oleh Raja Claudius II. Konon katanya St. Valentine dihukum mati karena menyatakan bahwa Tuhannya adalah Isa Al Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan bangsa Romawi. Namun versi yang lebih populer mengatakan bahwa hukuman dijatuhkan atas St. Valentine yang menikahkan beberapa pasang pemuda. Padahal Sang Kaisar melarang adanya pernikahan karena tentara muda yang single dianggap lebih kuat dalam peperangan. Nggak masuk akal bukan?

  1. Dalam artikelnya yang berjudul “Should Biblical Christian Observe It?”, Ken Sweiger mengatakan bahwa sesungguhnya kata Valentine yang berarti “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat, dan Yang Maha Kuasa” ditujukan kepada Tuhan bangsa Romawi, yaitu Nimrod dan Lupercus. “Be my Valentine” berarti meminta seseorang untuk menjadi yang Maha Kuasa atasnya. Nah lho, nggak beda dengan syirik itu mah!

  1. Valentine adalah nama seorang paderi yang memimpin pasukan yang menjatuhkan kekuasaan Islam di Spanyol pada tanggal 1492. Masa kita mau merayakan hari kejatuhan Islam?


  1. Ada upacara keagamaan bangsa Romawi setiap tanggal 15 Februari yaitu upacara Lupercalia untuk menyembah Dewa Lupercus (dewa kesuburan) dan juga Dewi Juno Februata (dewi wanita dan perkawinan). Upacara ini dimulai dengan mengorbankan beberapa ekor kambing dan seekor anjing, kemudian dilanjutkan dengan rangkaian upacara yang lain. Pada akhir upacara, para wanita sukarela menyediakan dirinya dicambuk agar terhindar dari kemalangan, kemandulan, dan kutukan. Kemudian pada masa Kaisar Konstantin (280-337 M), upacara tersebut mendapat tambahan berupa pesan-pesan cinta, yaitu lotre pasangan. Setiap gadis memasukkan namanya di jambangan. Selanjutnya para pria akan mengambil satu nama dan menjadi kekasihnya selama pesta berlangsung dan diakhiri dengan berzina. Tahun 494 M, dewan gereja yag dipimpin Paus Galasium I mengubah upacara Lupercalia menjadi tanggal 14 Februari dan resmi menetapkan pada tahun 496 M sebagai Valentine’s Day.

Nah lho, dibilang juga apa… Latar belakang lahirnya VD itu jauh dari ajaran Islam. Merayakan Valentine’s Day berarti kita ikut berpartisipasi dalam perayaan agama lain. Kok bisa? Bisa aja donk, kan di awal udah dibahas kalau awal mula VD itu merupakan bagian dari perayaan peribadatan. Padahal, ikut-ikutan dalam perayaan agama lain bukan hal yang sepele.

Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. Tirmidzi).

Masa iya kita mau dianggap murtad alias keluar dari agama Islam? Selain itu, yang dimaksud ‘cinta’ versi bangsa yang melahirkan VD ini, adalah make love. Apaan tuh? “Bermain cinta” alias zina. Na‘udzubillah deh... Para musuh Islam memang nggak akan pernah berhenti mengganggu orang-orang Islam hingga berpaling ke agama mereka.

Allah berfirman dalam surat Al-Baqoroh ayat 120, “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah : ‘Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)’. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.”

Jadi berhati-hati yuk, jangan latah ikut-ikutan merayakan sesuatu yang tidak jelas asal usulnya.

“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya.” (QS. Al-Isroo’ : 36).

Mungkin masih ada yang tetep keukeuh berpikiran kalau ini hanyalah perkara sepele, namun bisakah menjamin ini akan menjadi sesuatu yang sepele di akhirat nanti? Ayolah kawan, hidup di dunia ini cuma sementara. Tahan sejenak. Tak bisakah kita berusaha menahan satu hari saja demi hidup kita selamanya di akhirat?


February 14, 2013
Meina Fathimah

Sumber :
  1. Buletin Alif SMA Negeri 3 Yogyakarta edisi Februari 2007, “Valentine’s Day”
  2. Artikel “Be A Kebo Melu Seton??” by Komunitas Jogja Cinta Damai
  3. Seri BIANGLALA #3 : Let’s Talk About Love!. Syaamil Teens
  4. Jangan Jadi Bebek by O. Solihin

Monday, March 26, 2012

UHIBBUKI FILLAH, YAA UMMI..

“Ibu.. sedang apa sih?” sapaku pada suatu siang. Kulihat Ibu asyik melakukan sesuatu di dapur.


“Ini Ibu sedang mengupas rambutan..” jawabnya tersenyum.


“Astaghfirullah Bu.. kurang kerjaan banget sih?” kataku manyun berlagak memarahi Ibu. Ia hanya tertawa kecil mendengar ucapanku.


“Bu, kenapa sih Ibu mau repot-repot melakukan hal yang tidak perlu Ibu lakukan?” protesku kembali. Ya, Ibu memang suka sekali merepotkan diri dengan mengupas buah-buahan untuk kami sekeluarga. Rambutan, mangga, pepaya, dan lain-lain. Yang kemudian dipotong-potong dan ditempatkan di wadah. Siap disantap.


Tak hanya itu, sarapan pun selalu Ibu yang menyiapkan untuk kami. Kenapa sih Ibu mau capek-capek? Toh kami juga bisa mengurus diri sendiri, pikirku. Dan ketika kutanyakan hal itu padanya, ia menjawab, “Inilah bahagianya menjadi seorang ibu. Rasa capek tidak ada apa-apanya jika melihat suami dan anak-anak senang. Besok saat Mei menjadi seorang ibu, Mei akan merasakan sendiri kenikmatannya.”


Sekali lagi aku hanya manyun mendengar jawabannya.


[[]]


Di mataku, Ibu adalah seorang wanita perkasa. Wanita hebat. Sosok idolaku. Siapa sangka jika masa lalunya bisa dikatakan 180 derajat?

Ibu berasal dari keluarga kaya yang tidak terbiasa mengurus rumah tangga sendiri karena parakhadimat (pembantu) senantiasa melayani keperluan sehari-hari. Selepas kuliah, Ibu sukses dengan karirnya sebagai seorang dokter gigi. Meskipun pada akhirnya, demi menjalankan tugas mulia sebagai seorang ibu, ia rela meninggalkan profesi yang sangat dibanggakannya itu. Ibu terpaksa harus mengorbankan karirnya demi mengabdikan diri mendidik kelima putra-putrinya. Namun ia ikhlas.


Di rumah sederhana kami, tidak ada khadimat. Otomatis pekerjaan rumah tangga menjadi tanggung jawab seluruh anggota keluarga. Bertujuh. Ayah, Ibu, aku, dan keempat adikku. Masing-masing dari kami mendapatkan pembagian tugas. Aku kebagian mencuci baju, adikku yang paling besar kebagian jatah membuang sampah, adikku yang lebih kecil kebagian jatah mengurusi dapur, dan lain-lain. Namun sering kali kami mangkir dari tugas yang telah ditetapkan. Apabila kami lalai, Ibu bukannya memarahi kami, sebaliknya justru mengambil alih tugas.


“Ibu nih lho, mbok sekali-kali tegas sama anak-anak Ibu. Kalau ada yang mangkir dari tugas tuh mbokya dimarahin kek atau gimana?” tegurku.


“Ah marah-marah bikin capek, mending Ibu kerjakan sendiri.”


Ibu yang ketika muda dulu adalah anak manja yang tak bisa apa-apa, kini menjelma menjadi wanita super bagi suami dan anak-anaknya. Ibu tak pernah berpangku tangan. Segala keperluan keluarga, Ibu kerjakan sendiri. Tak peduli meski harus bolak-balik mengurus ini dan itu dari satu tempat ke tempat yang lain.


Mbok minta tolong sama aku tho Bu, kan aku bisa bantuin. Bapak dan adik-adik juga bisa kan dimintain tolong? Kan nggak harus Ibu yang mengerjakan semuanya?”


“Nggak ah, kalau Ibu bisa kerjakan sendiri akan Ibu kerjakan sendiri. Toh Ibu masih sehat wal’afiat. Kalau Ibu sakit, barulah Ibu minta tolong..” jawabnya.


Ah.. Ibu terlalu baik, terlalu banyak mengalah, terlalu banyak berkorban untuk kami. Bahkan menurutku, Ibu terlalu mengurusi hal-hal remeh. Terlalu ambil pusing. Sebagai contoh lain, ia tidak mau tidur kalau masih ada anaknya yang belum pulang hingga larut. Kadang aku sampai memarahinya.


Mbok udah tho, Ibu tidur saja. Biar Mei yang nungguin adik pulang..” bujukku.


“Nggak ah, Ibu nggak bisa tenang kalau ada anak Ibu yang belum pulang..”


Dalam urusan makanan pun, Ibu selalu mendahulukan suami dan anak-anaknya. Ia rela mendapatkan sisa, bahkan jika tidak kebagian sekalipun tidak menjadi masalah baginya.


“Ah waktu muda dulu, Ibu udah terlalu sering makan enak. Udah cukup lah..” kata Ibu beralasan.


“Udah makan aja, Ibu malas makan. Sudah kenyang..” kata Ibu di kesempatan lain.


[[]]


Perjalananku menjadi seorang ibu mungkin masih jauh. Namun telah banyak pelajaran yang aku dapatkan dari Ibuku tercinta. Padaku ia berpesan bahwa seorang ibu itu haruslah serba bisa.Supermom. Darinya aku belajar tegar dan mandiri. Dari ia pulalah aku belajar mengalah, sabar, ikhlas, dan rela berkorban.


Ya Allah, aku sayang Ibuku. Tolong sayangilah Ibu seperti ia menyayangiku sedari kecil. Lindungilah ia dengan kasih sayang-Mu. Jagalah ia dengan sebaik-baik penjagaan-Mu. Aamiin..


Uhibbuki fillah, yaa Ummi..



Yogyakarta, 19 Desember 2011

Meidwinna Vania Michiani

(Meina Fathimah)

http://www.meidwinna.blogspot.com


*Cerita ini dalam rangka mengikuti kisah pendek The Great Power of Mother Pro-U Media

http://www.facebook.com/proumedia


Monday, September 19, 2011

Surat Cinta untuk Sahabat


Teruntuk sahabat,

Kau yang di sana, apa kabar? Masihkah kau marah padaku?

Kau yang di sana, kenapa diam saja? Mana senyum yang selalu kau perlihatkan padaku?

Kau yang di sana, aku merindukanmu…

Sahabat, sampai kapan kau tidak mau menemuiku?

Sampai kapankah aku engkai abaikan?

Separah itukah kesalahanku padamu?


Sahabat, maafkan aku..

Maaf, aku tak bisa penuhi pintamu tuk ceritakan rahasiaku..

Bukannya aku tak percaya padamu, sungguh..

Tapi maaf, ini adalah rahasia antara aku dan Allah..

Ini rahasia yang tak bisa aku ceritakan pada siapapun..

Rahasia ini telah kusegel dan kukubur dalam kelam masa laluku..

Rahasia yang tak ingin lagi aku ungkit, sampai kapanpun..


Sahabat, sungguh aku menyesal telah buatmu murka..

Maaf jika hatimu luka atas apa yang kuperbuat..

Namun tak sedikit pun aku menyesal abaikan pintamu..

Tolong maafkan kelancanganku..

Tolong mengertilah aku..


Kau yang di sana, kenapa masih saja bisu?

Kumohon, jangan kau siksa aku dengan diammu..

Jangan kau hancurkan aku dengan sinismu..

Tolong, kembalilah sahabat..

Kembalilah seperti kau yang dulu..

Kau dengan senyum terindah yang aku tahu..


Tuhan, tolong sampaikan surat cintaku ini padanya..

Tolong sampaikan betapa aku rindukannya..

Bahwa aku akan terus menunggunya..

Menunggunya kembali tersenyum padaku..


15 Juli 2011

Meyna Fathimah

meidwinna.blogspot.com

-maafkan aku sahabat-

Thursday, November 27, 2008

Surat Cinta di Penghujung SPUTNIK 2007


Beberapa waktu yang lalu aku membuka-buka kembali setumpuk atribut SPUTNIK, Ospek Fakultas Teknik 2007 saat aku diterima menjadi MABA di tahun itu. Kemudian mataku menangkap secarik kertas kecil berbingkai pink-ungu-biru yang membawa anganku kembali ke masa-masa indah SPUTNIK dahulu. Yah, itulah surat cinta yang diberikan oleh kakak-kakak pemandu rangerku, Ariane, di penghujung penutupan SPUTNIK 2007.

----



Teruntuk adek2ku cendekiawan muda, calon2 engineer,

Pembaharu bangsa, penyalur aspirasi rakyat, calon2 pemimpin bangsa.

In memorian………….

Ranger Ariane (memang tiada duanya!!!)

Kita pernah sana sama belajar.

Kita pernah sama sama sedih. Kita juga pernah sama sama ceria. Kita pernah sama sama berjuang melawan ego kita masing masing. Tapi kita juga pernah saling berbagi.

Ada egois, ada pesimis ada juga optimis.

Semua itu hanya kepingan kecil dari apa yang terjadi dalam hidup ini. Perjuangan masih panjang teman….


Teman, layang layang dimainkan dengan tegak, bukan dengan menunduk

Layang layang diterbangkan bukan dengan wajah ke bawah

tapi dengan menatapnya ke angkasa

Teman, jangan pernah berhenti mengepakkan sayapmu

biarkan cobaan dan ujian membuatmu kuat

biarkan dahsyatnya badai membuatmu tangguh

biarkan jiwa jiwa sabar membuatmu semakin gesit

Masih ada berjuta daun harapan yang menanti kita pungut

Masih banyak daun daun impian berserakkan yang menunggu kita rajut

Percayalah, akan selalu ada “petunjuk” dalam setiap langkah kita

menapaki hidup ini

Cari, gali dan temukan petunjuk itu, sebab saat kita percaya

maka “petunjuk” itu akan datang tanpa disangka sangka


With love Pemandu Ariane

----


_Suatu hari saat kumerindu masa itu...

Thursday, June 12, 2008

Gak Boleh Jatuh Cinta?

Jatuh cinta berjuta nikmatnya… Menangis tertawa karena jatuh cinta… Begitulah Titiek Puspa melukiskan betapa menyenangkannya jatuh cinta… Tapi selama ini mungkin terlintas di pikiran kita, dosa gak ya kalo kita jatuh cinta?? Eits… Tunggu dulu…

Siapa bilang kita gak boleh jatuh cinta ama lawan jenis? Yang bener aja?! Mencintai lawan jenis itu sah2 aja kok, tapi cinta itu perlu dikendaliin... coz kalo enggak, cinta itu bias ternodai oleh hawa nafsu. Kalo udah gitu, cintanya jagi nggak tulus lagi donk?! Bahasa kerennya, nggak lillahi ta’ala… Bisa jadi cinta kita sama si dia cuma cinta fisik, cinta matre, cinta buta, ato… Na’udzubillah min dzalik!!

Trus gimana ya caranya biar kita bisa ngendaliin cinta… biar cinta kita tetap suci dan lillahi ta’ala… (cie…)?? Kalo kamu mau tau, nih simak baek2!! Smoga bisa bermanfaat…

a. Menutup aurat
Jangan kira menutup aurat bakal nutupin kecantikan atau kegagahan kita. Salah besar!! Malah dengan menutup aurat, harkat dan martabat kita sengai insane yang mulia terangkat.

b. Menjaga pandangan
Dari mana datangnya asmara? Dari mata turun ke hati. Ya, pandangan memang pintu utama datangnya cinta. Mata bisa kita ibaratkan sebagai jendela hati dan jembatan cinta.
“Pandangan mata (laksana) anak panah beracun dari berbagai macam anak panah iblis.” (HR Ahmad)
Itulah sebabnya Islam memberi aturan mengenai menahan pandangan ini. Hal itu nggak lain untuk menyelamatkan umat manusia dari kemaksiatan dan perbuatan2 yang bisa bikin syaithan tertawa.

c. Jaga jarak ‘aman’
1. Jangan sentuh2!
“Seandainya kamu ditusuk dengan jarum besi, maka itu lebih baik bagimu daripada menyentuh wanita yang tidak halal bagimu.”
2. Hindari berkhalwat
“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahramnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah syaithan.” (HR Ahmad)
3. Jangan ikhtilath donk…
Apa sih ikhtilath itu? Ikhtilath alias bercampur bisa diartikan sebagai aktivitas berkumpulnya laki2 dan perempuan pada suatu tempat tanpa hijab, dan memungkinkan terjadinya interaksi yang nggak sesuai dengan norma2 Islam.
4. Pacaran??? Pikir-pikir dulu deh…

d. Tingkatin ibadahmu!!
Jelas dong, dengan ningkatin ibadah kita… kita bakalan lebih deket ama Allah dan insya Allah akan terhindar dari yang namanya dosa.
Nah, udah jelas kan… kalo mencintai orang itu sah2 aja dan gak ada yang ngelarang… asalkan kita tahu bagaimana menjaga diri dari dosa. Ingak! Ingak! Ting!!!


Special for Ma’arifatullah
PadzMoslem Magazine 2006
_Love Issue

(dari berbagai sumber)

CINTA Naluri yang Indah

Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak, dan sawah lading. Itulah kesenangan hidup dan di sisi Allahlah tempat kembali yang baik (surga).
(QS. Ali Imran: 14)


Cinta..oh..cinta.. sebuah kata yang begitu menngetarkan sanubari. Cinta membuat seorang pengecut menjadi pemberani, yang kikir menjadi dermawan, yang bodoh menjadi pintar.. Tiada seorang pun yang tak mengenal cinta, kecuali orang berhati keras dan bodoh, yang tidak memiliki keutamaan dan pemahaman.

Cinta adalah perwujudan dari naluri.. naluri mencinta yang mendorong manusia untuk memenuhi keinginan cintanya. Demi cinta, atas nama cinta, manusia akan mati-mayian mempertaruhkan segalanya.

Cinta..oh..cinta.. begitu indah, lembut, jernih, dan menyenangkan. Cinta adalah karuniaNya yang tak pernah dihukumi haram. Karena cinta bukanlah virus yang patut kita musnahkan, bukan pula penyakit pada jiwa yang sering kita salah tafsirkan. Justru cinta adalah karunia Allah yang harus dijaga kesehatannya dari setiap penyakit yang mencoba menungganginya. Penyakit yang datang dari syaithan, syahwat, maupun syubhat.

Manusia terkadang mudah sekali terombang-ambing dalam kesesatan. Mereka begitu mudahnya terkena tipu daya syaithan. Syaithan begitu licik dan lihai memperdaya kita. Begitupun soal “cinta”.

Acapkali kita salah menafsirkan makna cinta, yang sering kita anggap sebagai perasaan suka sama suka di antara dua insane berlainan jenis. Namun cinta sejati bukanlah cinta seperti Romeo dan Juliet. Cinta sejati bukan pula cinta di antara sepasang kekasih. Sungguh, cinta sejati jauh lebih mulia dari cinta biasa. Cinta sejati adalah cinta yang begitu tulus dan suci, cinta kepada Sang Pencipta, Allah azza wajalla. Cinta sejati ialah cinta karena Allah semata, yang tulus ikhlas, tanpa pamrih, dan tak lekang dimakan usia. Cinta sejati juga tahan uji. Dan kan tetap terkennag meski jasad tercerai dari rohnya.

Tahukan engkau kisah indah di antara dua remaja suci, Fathimah dan ‘Ali? Mereka mencontohkan bagaimana cinta hidup yang sehat, tanpa penyakit yang mengganggu kekhusyu’an. Mereka menjaga perasaan itu dalam keikhlasan hati, menjaga dalam kesucian khayalan, menjaga dalam ungkapan lisan, dan menjaga dalam ekspresi diri. Ia menjadi rahasia hati, simpati, ketertarikan, kontrol diri, do’a, dan harapan. Saking rahasianya, sampai syaithan pun tak tahu. Sungguh indah dan suci… Subhanallah…

Rabbi bila ku jatuh hati
Ku ingin terbang cepat
Hingga syaithan pun tak sanggup hinggap


Allah swt., Sang Penguasa tunggal jagad raya ini, Sang Penguasa segenap jiwa ini, adalah satu-satunya Dzat pemilik cinta sejati. Kita hanyalah makhluk yang lemah dan hina tanpa cintaNya. Hanya Allahlah yang berhak kita cintai melebihi apapun. Tak ada suatu apapun yang setara denganNya. Hanya kepada Allahlah kita menyembah dan memohon pertolongan. Wallahu ‘alam bishawab

Special for Progresif
Padz Magazine issue#11 2006

Sumber :
- inspirasi dari Allah swt.
- NPSP & ABCP (Salim A. Fillah)
- Jangan Nodai Cinta (O. Solihin & Iwan J.)

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...

(Puji syukur kehadirat Allah yang masih memberikan nikmat iman dan Islam pada diri ini..)

Selamat datang di blogku yang mungkin hanya berisi secuil pemikiran dan ungkapan isi hati...

Sungguh, kebenaran datangnya hanya dari Allah. Adapun kesalahan datangnya murni dari diri ini. Untuk itu mohon masukan, kritik, dan sarannya serta mohon dimaafkan atas segala kesalahan. Terima kasih. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat dan membawa berkah. Amin

(Mulakanlah dengan membaca Basmalah.... dan akhirilah dengan Hamdalah..)