Thursday, November 27, 2008

Surat Cinta di Penghujung SPUTNIK 2007


Beberapa waktu yang lalu aku membuka-buka kembali setumpuk atribut SPUTNIK, Ospek Fakultas Teknik 2007 saat aku diterima menjadi MABA di tahun itu. Kemudian mataku menangkap secarik kertas kecil berbingkai pink-ungu-biru yang membawa anganku kembali ke masa-masa indah SPUTNIK dahulu. Yah, itulah surat cinta yang diberikan oleh kakak-kakak pemandu rangerku, Ariane, di penghujung penutupan SPUTNIK 2007.

----



Teruntuk adek2ku cendekiawan muda, calon2 engineer,

Pembaharu bangsa, penyalur aspirasi rakyat, calon2 pemimpin bangsa.

In memorian………….

Ranger Ariane (memang tiada duanya!!!)

Kita pernah sana sama belajar.

Kita pernah sama sama sedih. Kita juga pernah sama sama ceria. Kita pernah sama sama berjuang melawan ego kita masing masing. Tapi kita juga pernah saling berbagi.

Ada egois, ada pesimis ada juga optimis.

Semua itu hanya kepingan kecil dari apa yang terjadi dalam hidup ini. Perjuangan masih panjang teman….


Teman, layang layang dimainkan dengan tegak, bukan dengan menunduk

Layang layang diterbangkan bukan dengan wajah ke bawah

tapi dengan menatapnya ke angkasa

Teman, jangan pernah berhenti mengepakkan sayapmu

biarkan cobaan dan ujian membuatmu kuat

biarkan dahsyatnya badai membuatmu tangguh

biarkan jiwa jiwa sabar membuatmu semakin gesit

Masih ada berjuta daun harapan yang menanti kita pungut

Masih banyak daun daun impian berserakkan yang menunggu kita rajut

Percayalah, akan selalu ada “petunjuk” dalam setiap langkah kita

menapaki hidup ini

Cari, gali dan temukan petunjuk itu, sebab saat kita percaya

maka “petunjuk” itu akan datang tanpa disangka sangka


With love Pemandu Ariane

----


_Suatu hari saat kumerindu masa itu...

Rumah yang Sering Didatangi Malaikat

“Tadi Anda menjelaskan tentang kaitannya ilmu dengan agama, yaitu bagaimana kita sebagai seorang calon insinyur (baca: arsitek) bisa mengaplikasikan ilmu yang kita pelajari berlandaskan agama. Nah yang ingin saya tanyakan, ehm...sebetulnya agak menyimpang sih, saya hanya ingin menanyakan bagaimana sih sebenarnya rumah yang Islami? Ehm.. rumah yang sering didatangi malaikat? ” tanya seorang temanku. “Nah, kaitannya kita sebagai seorang arsitek yang nantinya bakal mendesain rumah... Hm, ciri-ciri rumah yang sering didatangi malaikat itu rumah yang seperti apa ya? Terima kasih,” lanjutnya menanggapi paper ‘Kaitan Aqidah dan Akhlak dengan Ilmu’ yang aku paparkan beberapa menit yang lalu.


“Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya,” jawabku tersenyum. “Kalau menurut saya, rumah yang Islami adalah bukan tergantung seperti apa bentuk ataupun desainnya. Bukan pula tergantung pada besar tidaknya rumah tersebut, atau seberapa mahal bahan bangunannya. Tapi, rumah yang Islami, rumah yang sering datangi malaikat adalah rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang sholeh. Mereka yang rajin mendirikan shalat, melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, mereka yang saling berkasih sayang antar penghuninya. Mau semahal apapun sebuah rumah, mau kayak istana yang terbuat dari emas permata, kalau keluarga yang menghuninya tidak harmonis, tidak pernah shalat, mengaji... tidak akan ada gunanya. Walau terbuat dari gedhek beratapkan ijuk sekalipun, jika penghuninya adalah ahlul ibadah, itu jauh lebih baik.”


“Jadi sekali lagi, rumah yang sering didatangi malaikat bukan berdasarkan seperti apa desainnya. Rumah yang sering didatangi malaikat adalah rumah yang penghuninya senantiasa beribadah dan memujaNya. Demikian penjelasan dari saya. Apa ada sanggahan?” lanjutku.


“Tidak, terima kasih,” jawab sang penanya.


Diskusi pun dilanjutkan dengan tema dan pertanyaan yang berbeda-beda. Kemudian di akhir diskusi, sang dosen menanggapi.

“Rumah dibangun untuk mendukung keharmonisan antar anggota keluarga dan juga keharmonisan dengan Sang Maha Pencipta. Itulah rumah yang sering didatangi malaikat, rumah yang insya Allah dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT,” jelas beliau.


Sebetulnya, bangunan yang paling susah dan rumit bukanlah Rumah Sakit, Mall, ataupun kantor. Tapi bangunan yang paling susah adalah rumah tinggal. Mengapa? Itu karena rumah tinggal bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk berteduh para penghuninya, tapi lebih dari itu. Rumah tinggal, dalam konteks Islam, merupakan tempat berkumpulnya keluarga, tempat berkasih-kasihan di antara mereka. Sebagai tempat menjalin kedekatan di antara mereka, membangun keluarga yang sakinah ma waddah wa rahmah (keluarga yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan kerahmatan). Saat ini banyak orang yang menganggap rumah sekadar sebagai tempat istirahat. Pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor atau kampus. Baru pulang kembali ke rumah dalam keadaan lelah pada malam hari. Saking lelahnya, kadang tidak sempat bertegur sapa atau bahkan bertemu dengan anggota keluarganya yang lain. Sepenting apakah kuliah, rapat, mencari nafkah atau bahkan pengajian sekalipun hingga mengorbankan kedekatan dengan keluarga? Sungguh miris.


Selain itu, rumah yang digunakan untuk kebaikan akan selalu memancarkan cahaya. Rumah yang sering dipakai untuk pengajian misalnya, insya Allah akan mengundang malaikat untuk menemani para penghuninya. Malaikat akan dengan suka rela mendoakan para penghuninya.

Dan semoga kita juga begitu. Amin.


Jum’at, 21 November 2008

- usai kuliah agama-

Road to Desain Puskesmas I

Sret.. srett… (nyoret..)

Nyut.. nyutt… (nyetip..)

Srett,,, srett….. (nyoret…)

Nyutt… nyuttt.. (nyetip…)

“Ah desainnya kok nggak jadi-jadi sih..” keluhku. Sudah sejak berminggu-minggu yang lalu, kurang lebih sebulan lah, desain Puskesmas Tegalrejo untuk tugas Studio-3, belum jadi juga.

“Huh, pusing…”

“Gak ada ide nih”

“Stress…”

“Capek..”

“Ngantukk… nggak kuat..”

Itulah sedikit banyak keluhan yang keluar dari mulutku di sela-sela menggarap studio. Tapi bener deh. Udah berminggu-minggu desain fix-nya belum jadi juga. Bentukan massanya aneh banget, jadi mau nggak mau harus diubah lagi, maklum, belum di-acc sama dosennya. Dan parahnya lagi, zoning dan denah penempatan ruangnya kacau berat! Nggak banget deh!! Cuma kayak asal templok aja. Emangnya puzzle, Dwin??

Duh, beneran nih! Kenapa belum juga ada ide yang keluar ya ?? Ku harus nunggu sampai kapan?? (Dan sampai kapan kamu akan berdiam diri terus, Dwin??) Huhuhhuuu… somebody give me inspiration, please…

“Gimana mbak?” tanya dosenku.

“Hm, bingung Pak.. “ jawabku menghela napas.

“Wah lha piye? Besok Selasa udah harus jadi lho. Nanti asistensi satu persatu sama saya”.

“Iya Pak…. (Oh my God..T.T)”

Piye ki.. Ya Allah bantulah daku…

(to be continued..)

Kamis, 20 November 2008

Usai studio-3,,,

Thursday, November 20, 2008

Tips Biar Nggak Ngantuk

Sering merasa lelah pas kuliah? Atau bahkan ngantuk hingga tertidur saat dosen menerangkan kuliahnya? Pasti itu merupakan hal yang tak asing lagi bagi kebanyakan dari kita. Hm, ada apa ya? Nah, kebetulan nih aku habis bedah buku “SUPER HEALTH Gaya Hidup Sehat Rasulullah” karya Egha Zainur Ramadhani. Entah di halaman berapa, ada tips buat kita-kita yang sering merasa ngantuk saat kuliah atau beraktivitas lainnya di siang hari. Mau tau? Nih aku kasih sedikit ilustrasi. Simak deh!


1. Segeralah bangun begitu mata sudah terbuka. Jangan turuti keinginan untuk tidur kembali, meskipun masih merasa ngantuk. Buka matamu, angkat kepala dan tubuhmu dari atas tempat tidur.
2. Begitu bangun, segeralah mengambil air wudhu untuk menyegarkan wajahmu. Lebih baik lagi kalau dilanjutkan dengan mandi pagi, biar lebih segar! Selain itu, mandi pagi baik untuk kesehatanmu.
3. Di pagi hari, kalau kamu ngantuk, jangan tidur lagi deh! Tapi cobalah untuk rehat dengan duduk atau berdiri, sambil menghirup napas dalam-dalam beberapa kali. Kemudian lanjutkan dengan tilawah Al Qur’an. Oiya, sebagai catatan, saat rehat jangan sambil bersandar ya, karena itu justru akan membuatmu merasa ngantuk.
4. Kondisikan lingkungan di sekelilingmu menjadi terang.
5. Ciumlah wewangian untuk membuatmu merasa lebih segar, dan cobalah mendengarkan suara-suara, misalnya sambil mendengarkan murottal.
6. Jangan minum kopi atau minuman sejenisnya, karena minuman seperti itu tidak melatih dan juga bisa menimbulkan ketergantungan.

Nah begitulah sedikit banyak tips yang aku baca dari buku itu. Bisa dicoba tuh! Siapa tahu berhasil! Hehe.. selamat mencoba yaa... ^;^

Rabu, 19 Nov 2008 (19:30)

Mata Yang Begitu Berharga

Akhir-akhir ini aku mulai merasa mataku (lagi-lagi) kumat. Minusnya nambah. Trus kemarin abis minum kopi, mataku mulai ‘cekot-cekot’. Pulang kuliah kemarin juga gitu. Kebetulan waktu itu pulang siang, pas lagi panas-panasnya tuh, pokoknya matahari lagi terik-teriknya. Silau banget. Ternyata mataku nggak kuat. Rasanya perih banget seperti ditusuk-tusuk, jadi merem melek gitu. Tapi alhamdulillah aku selamat juga sampai rumah. Belum lagi beberapa waktu yang lalu juga tuh, beberapa kali pas hujan deres banget, mataku kemasukan air. Gak tahan! Kedip-kedip mulu. Jadi pingin merem terus. Ya udah tawakal aja, mudah-mudahan aja nggak nabrak, gitu pikirku. Pernah juga tuh pas hujan deres, pas malem-malem lagi. Udah merem melek, trus mataku kalo malem emang rada ra cetho ngono. Ha...lha piye donk?? Bismillah aja deh. Hehe...

Wah, aku baru inget. Udah bertahun-tahun aku nggak kontrol mata. Padahal mataku kan rada sensitif gitu. Perlu penanganan ekstra, hehe... Trus kapan ya aku kontrol mata? Dari dulu selalu aja ada alasan menunda-nunda kontrol, ampe bertahun-tahun coba??? Duh Dwin, mata adalah amanah Allah. Bersyukur punya mata, meskipun rada bermasalah gitu, tapi kan masih normal. Kalo matamu nggak dirawat gimana jadinya Dwin? Ingat, betapa berharganya mata yang kamu punya. Udah berapa banyak manfaat yang kamu dapat, udah berapa banyak kemudahan, dan udah berapa banyak kebaikan yang kamu dapat dengan matamu itu? Mungkin sekarang kamu bisa mengganggap itu sepele. Tapi...?? Sungguh, kesehatan jasmani dan kesempurnaan kerja alat-alat tubuh kita adalah nikmatNya yang amat luar biasa. Tak akan ada yang bisa mengganti ‘onderdil’nya barang satupun. Karena semua onderdilnya yang paling sempurna adalah dari pabriknya yaitu dari Allah.
Ya udah buruan Dwin, ke dokter. Kontrol mata. Mahal? Emang mahal, tapi mau gimana lagi? Daripada sakit? Kan lebih mahal lagi. Ayo, tunggu apalagi. Kalo diundur-undur ntar gak sempet lagi. Ayo...

_19 Nov 2008 (19:04)_
Saat ku belum juga ke dokter mata

Wednesday, November 19, 2008

teringat temanku

Aku tak tahu apa yang sedang kupikirkan hingga tiba-tiba kuteringat salah seorang temanku. Salah seorang teman yang pernah cukup dekat denganku. Tapi kini entah bagaimana kabarnya. Aku tidak tahu. Bukannya tidak bisa menanyakan kabarnya. Tapi entah mengapa hati ini merasa berat untuk sekadar mengetik SMS, mengirim comment atau apalah.

Aku tak tahu Tuhan. Aku tak tahu ada apa dengan diriku. Apakah aku takut? Takut pada siapa? Takut pada dia? Tapi kenapa? Apakah karena kami berbeda? BODOH!! Apa yang kamu pikirkan Na?? Tapi sungguh, Rabbi...

Aku sedih. Tak tahu sedih kenapa. Sedih dengan keadaan ini? Mungkin. Setiap kali kuteringat padanya, aku ingin sekali menangis. Menangis menumpahkan kepenatan hati.

Ah, apa sih yang sebenarnya kuinginkan? Inginkah aku, dia kembali seperti dulu? Tidak. Itu sungguh egois. Aku tidak boleh begitu. Aku, hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Apapun itu. Meski kami tak bisa lagi seperti dulu.

Maafkan aku Rabbi. Maafkan aku teman. Sungguh aku terlalu egois menjadi temanmu. Semoga kau selalu dilindungi dan dirahmati oleh Allah. Dan semoga suatu saat nanti, jika Allah mengizinkan, kita bisa berjumpa kembali dalam keadaan yang lebih baik. Amin


__19 Nov 2008 (10:09)__
Aku yang selalu mengharapkan bimbinganNYA

Wednesday, October 22, 2008

‘Nggambar Terus Sampe Pegel’

Menggambar sampai pegal? Hal yang tidak asing lagi bagiku. Hal yang sering kualami sebagai seorang mahasiswi arsitektur.

Menggambar..menggambar..dan menggambar.. Menghabiskan hari-hariku dengan tugas gambar yang seabrek, sudah kulaloni sejak semester pertamaku di Teknik Arsitektur. Sebut saja mata kuliah TKAD (Teknik Komunikasi Arsitektur Dasar), di mana para MABA disuguhi hidangan lezat tugas menggambar khas Arsitektur. Seminggu dua kali petemuan, dengan tugas bejibun di tiap pertemuannya. Satu, dua, tiga, atau bahkan lebih, tugas yang diberikan tiap pekannya, dengan range waktu pengerjaan tugas yang cukup ‘singkat’. Belum lagi tugas mengulang gambar yang nilainya kurang memuskan. Alhasil, lembur menggambar di rumah ataupun di kos teman, menjadi hal yang biasa.

Semester I berakhir dan selamat tinggal TKAD! Namun ternyata, tugas seabrek tidak berakhir begitu saja. Ada mata kuliah Studio Desain Arsitektur (SDA) yang ternyata juga ‘sejenis’ dengan TKAD. Bedanya, tugas yang diberikan pada mata kuliah yang hadir di setiap semester ini, bisa dibilang tidak seintensif TKAD (??)--ya memang karena TKAD sengaja diberikan secara intensif untuk membentuk skill para mahasiswa baru. Penugasan dalam SDA ini bisa bermacam-macam. Ada tugas kecil,ada juga tugas besar. Baik tugas kecil maupun tugas besar, mau tak mau cukup menguras tenaga. Terlebih lagi tugas besar yang tak hanya menuntut gambar presentasi desain namun juga maket ini membuatku lembur semalaman.

-----

Ah, menggambar dan menggambar. Mau bagaimana lagi? Namanya juga mahasiswi arsitektur. Memang begitulah tugasnya.

Namun sayang, banyaknya tugas yang menuntut untuk segera diselesaikan belum membuatku jera. Kebiasaan burukku menunda-nunda pekerjaan masih terbawa hingga sekarang. Bukannya aku tidak ada keinginan untuk mencicil sedikit demi sedikit gambar-gambar tersebut, namun rasa malas begitu menguasai. Akibatnya, jadilah system kebut semalam (SKS).

System kebut semalam, kebiasaan buruk yang sudah mendarah daging sejak aku masih duduk di bangku sekolah. Dalam beberapa malam terakhir menjelang deadline, atau bahkan H-1, menyelesaikan gambar (terkadang tanpa tidur) hingga seluruh badan pegal-pegal, bahkan tanganku serasa mau putus.

Seberat dan sebanyak apapun tugasnya, aku dengan bodohnya tetap memilih system tersebut untuk menyelesaikan sebagian besar tugas kuliah. Padahal system kebut semalam sangat tidak nyaman, bahkan sangat tidak baik untuk kesehatan. Melembur, begadang semalaman, memforsir tubuh untuk terus bekerja. Di lain sisi, tubuh ini perlu istirahat setelah lelah bekerja seharian. Aku pun menyadari buruknya dampak system ‘SKS’. Mataku yang sudah rusak menjadi semakin rusak karena dipaksa untuk terus berkontraksi. Leher dan punggungku menjadi kaku akibat duduk menunduk terlalu lama, tegang. Kedua tanganku pun terasa sangat pegal, serasa mau putus. Dan kepala ini pun terkadang merasa pusing, butuh istirahat. Ah, begitulah kenyataannya. Tapi mengapa aku belum jera juga?

Aku jadi teringat sesuatu. Allah akan terus memberikan ujian yang sama atau sejenis kepada hambaNya, ketika hambaNyaitu dianggap belum lulus ujian tersebut. Mungkin benar juga, ujian yang seperti ‘ini’ rasanya terus kualami dari dulu hingga sekarang. Dan aku pun menyadari bahwa aku belumlah lulus dari ujianNya yang ’ini’. Yah benar, ini adalah ujian bagiku. Aku harus segera lulus dari ujian yang ‘ini’, untuk melangkah ke ujian-ujian lain yang telah menanti di depan sana. Semangat!!!


25 September 2008
-usai menyelesaikan tugas SDA 3-

Hepi Bezdey??

Ulang tahun, memang bukan sesuatu yang istimewa. Toh, ulang tahun hanyalah tanda berkurangnya umur seseorang. Namun di balik itu, rupanya ulang tahun juga merupakan pengingat akan hidup yang semakin singkat. Ulang tahun mampu membuat kita semakin khusyuk menaati perintahNya dan waspada untuk tidak melanggar laranganNya. Begitulah makna ulang tahun bagi orang-orang yang berakal.

Nah, sekedar iseng aja nih.. kebetulan aku menyimpan beberapa do’a dari saudara-saudaraku saat aku berulang tahun. Jadi aku iseng aja ingin mencantumkannya di blogku ini. Boleh deh dibaca! Hehe.. Selamat menikmati^;^

Nih do’a yang dikirimkan teman-temanku lewat SMS…

2007 (cuplikan saja…)
6 mei 06:06
Masa berganti tanpa terasa
Tak urung sadar diri telah tertinggal
Jenak-jenak usia yang kian menua
Moga diri semakin bersyukur pada Rabbnya

6 mei 06:55
Tataplah ke depan untuk perkuat langkahmu
Tataplah ke belakang untuk benarkan jalanmu

6 mei 12:04
Sungguh nikmat Allah tidak pernah terhenti
Tiap desah napas yang kita hirup,
Tiap darah yang mengalir,
Tiap detak jantung…

6 mei 19:20
Dalam diam kuuntai doa, tersirat sebuah makna dan harapan…


2008
5 mei 20:48
Saudaraku seiman seagama.. tinggal menghitung perputaran jarum jam, usia kita kan bertambah. Namun jatah hidup kita kan terus berkurang. Mari kita sama2 introspeksi diri.

5 mei 20:55
Apakah umur kita selama ini banyak dihabiskan untuk kebaikan atau keburukan? Semoga usia yang kita lalui nggak sia-sia dan semogake depannya kita bisa memanfaatkan untuk hal-hal yang berguna sebagai wujud syukur kita padaNya

6 mei 00:10
Bertambahnya satu usiamu, semoga penuh warna
Semakin indah hatimu, berikan cinta untuk semua
Kau telah tercipta sebagai insane istimewa, tumbuh dalam jiwa terus bahagia raih cita
Syukur pada Yang Kuasa, atas beragam anugerah
Kusetakan do’a panjang umur kasih berlimpah
Ikuti hidup yang mngalir dan reguklah hingga akhir
_Tambah Usia-Kla_
Met milad ya..
Semoga umur yg tlah berlalu mnjadi tabungan amal, dan umur yg tsisa mnjadi masa yg penuh barakah&manfaat :)

6 mei 00:12
Heningnya malam yang maikn larut, membawa semilirnya angina yang makin dingin menusuk tulang, setelah tadi angin malam memabwakan hujan,ini jadi saksi bisu atas satu tahun sudah bertambahnya umur Dwinna. Hidup adalah amanah. Semoga dengan makin bertambahnya usia, Dwinna makin dekat dengan Sang Khalik, shalihah, cantik&sukses, bahagia serta sehat selalu. Senyum kan shodaqoh, senyumlah.

6 mei 01:03
Aslm met ultah ya Dwin, smoga sgalanya jd lebih baik n kip istiqomah Dwin..

6 mei 04:04
Asslm wr wb
“..HAPPY B’DAY TO U DWINNA..”
There’s nothing to say, just a little wishes… Hope u always:
- be a good moslemah
- be the best
- be yourself
n keep smile….

6 mei 05:05
Assalamu’alaykum ukhti…
Barakallah ya! Semoga dengan berkurangnya usiamu, kamu jadi + dewasa + ingat pada Allah + ilmu & jadi calon ibu yang baik

6 mei 05:19
Aslm woi penonton..!(hoi..!) ukhti kita yang terkenal itu udah tua lho, he3.. eh maap ye, tapi biar tua yang epnting tetap cantik bukan? (bukan..!) :-P hehe met milad ya Dwin!

6 mei 05:49
Malam telah berlalu.. sang surya pun mulai memecah cakrawala.. seiring tetesan embun.. dan hembusan angin.. terpancarlah sebuah kata.. dari lidah penuh dosa.. met ultah ya dwinna.. waktumu tinggal sebentar lagi.. Untuk bertemu denganNya.. dan merasakan indahnya surga..

6 mei 05:53
Assalamu’alaykum..Dwindwina,met milad ya, omedetou gozaimasu..Moga slalu dberikan yg tbaik oleh Allah..semakin lbh baik dari hari k hari.amin..maksi ya kemarin dan nemenin aku main n nraktir maem.hehe syukron..jzk..smangat!

6 mei 07:43
Epi
B’day!!
Mamam yuX!
EheHee…

6 mei 07:43
Hepi bday to u..moga jadi muslimah yg tangguh, smangat, n bisa semangatin org yang patah semangat.. ayo ditunggu makan2nya!hwehe

6 mei 08:50
INNALILLAHI WA INNAILLAIHI RAJI’UN
Telah berpulang ke rahmatullah, 1 tahun umur dr Meidwinna M. Semoga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan segala yang lebih baik dalam hidupnya. Amin..

6 mei 10:41
Today is Tuesday
The meaningful day for someone who receive this message
Happy b’day
Wish u happy
(Semoga lw bs mmpertanggunjawabkan umur lw kepada yang Maha Memiliki Segalanya)
And be a better person
Happy birthday

6 mei 11:56
Dwinna ,,hepi milad ^^ better than before yapp,,

6 mei 12:33
Asw. Dwinna md milad yang ke 19.. moga dg btambahnya umur, dwinna makin dewasa, makin bbakti ma ortu, dan smoga hajat dwinna dkabulkan ma Allah.. smangka eh smangat!!

6 mei 14:47
Asslm slmat milad y MbDwinQ tsayang,, Moga Allah makin sayang ma Mb! Mg Mb jg makin sayang ma Allah. Mg Mb jd tambah dewasa, &mampu mndewasakan jg.. Sukses trus yh! Asslm

6 mei 15:35
Asslm Dwin turut bduka cita y atas bkurangnya usia hidup ant..he. Smoga umur yg tsisa bs djadikan momen utk trus brubah mjd muslimah yg luar biasa. Amin.. Asslm

6 mei 17:19
If the time has come, we can’t go anywhere, no effort is enough to stop His taking our soul. And now, the time for u to be called is getting closer. Your time to live is reduced by 1 year. Get more mature! Think of death! ‘n Happy birthday

6 mei 19:07
Tlah btambah 1 tahun usiamu..smakin bijak dan dewasalah dirimu..segenap kluarga besar OASE mngucapkan “Selamat ulang tahun..smoga tahun ini lebih baik dari tahun sblumnya..amin”

6 mei 20:25
Sungguh ‘ini’ yg slalu mngingatkanmu
‘ini’ yang selalu bersamamu
Dan ‘ini’ mungkin sebagai tolak ukur kematangan diri
Apakah arti ‘ini’? ‘ini’ adalah… waktu dan usia..
Met milad! Yg ke-20. Ops! Makan2nya kapan?

6 mei 20:28
Asslm ga byk kata, g byk Tanya, sy cuma bs mndoakan smoga btambahnya umur (18, 19, 20 ??) yg km “komsumsi” slalu diiringi bertambahnya kontribusi&kdewasaan kmu, amin..

6 mei 21:22
Asslm met milad yakz. Moga +sukses, slalu dlindungi Allah, n yang dcita2kan dapat tcapai. Amin (mav td ga rapat dkarenakan ga enak bdan, skalian mnghindar keramaian BEM) haha

6 mei 23:55
Asslm Dwinna, hepi 19th bdey yapz. Mav tlambat,, Smuga dwinna jd muslimah yg shalihah, djaga slalu oleh Allah dan dberi kmudahan dlm sgala hal. Amin. Be better than before ya Dwinna.. amin..

7 mei 16:28
Asw. Dept. KASTRAT BEM KMFT sampaikan slamat MILAD, smoga dg btambahnya umur, smakin dewasa dalam mnyikapi hidup, smakin smangat beribadah demi mnggapai syurgaNya kelak! SMANGA..T

8 mei
Apalah artinya mrayakan berkurangnya umur kita? Jika lebih baik bsyukur atas waktuNya untuk kita bertaubat? Smoga waktu yang tersisa kian bermanfaat..

----

Begitulah…
Nah, sebagai penutup aku mau mencantumkan do’a dari rekan-rekan seperjuanganku di PH SKI AL KHAWARIZMI 2005-2006 waktu ultahku yang ke-17. Ini nih….^;^

*Turut berduka cita… atas berkurangnya umur saudariku.. semoga di hari yang hanya berlangsung satu tahun sekali ini, dapt menjadi batu tolakan untuk menjadi sahabat, saudara, dan hamba yang lebih baik.

*Dunia mengisyaratkan fana’
Mati melukiskan keabadian
Waktu berlari
Tak kan terjamah lagi
Selamat Ulang Tahun

*Hepy b’day,,, wis + tuwo,,, btw, wis gek nggolek KTP!
G’ mo ngomong apa2 coz Q g’ pinter ngrangkai kata2,,,
Yg pzt hope u,,, yg baex2 dech!

*Lika-liku waktu
Sungguh rumit dan tak tentu
Tapi kita harus berjuang
Melawan segala aral yang menghadang
Sehingga kita mampu
Meraih cinta Dia Yang Maha Tahu
--Hepi Bezdey! Hope you all the best! Ayo… do the best and be the best

*Happy belzdei! Q harap di tahun ini semua harapan2 yg selama ini km inginkan dpt tercapai…

---

“Ya Allah, berikanlah kbaikan kepada saudara-saudaraku yang telah mendoakan kebaikan untukku.. kasihi dan ridhoilah mereka, dan masukkanlah mereka ke dalam golongan orang-orang yang akan memasuki surgaMu.. amin”

Monday, October 13, 2008

Akhlak Sesama Muslim

“Barangsiapa berada dalam kebutuhan saudaranya, maka Allah berada dalam kebutuhannya, dan barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dari orang Muslim dari berbagai kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari berbagai kesusahan pada hari kiamat.”

”Kalian tidak masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah kuberitahukan sesuatu kepada kalian, jika mengerjakannya kalian saling mencintai? Sebarkanlah salam.” (HR. Muslim)

“Jika salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah mengucapkan, ‘Alhamdulillah’, dean hendaklah saudara atau sahabatnya menjawab, ‘Yarhamukallah’ , dan hendaklah dia (yang bersin) mengucapkan ‘Yarhamukallah wa yuslihu balakum’.”

“Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada penyeru yang menyerunya, ‘Semoga engkau bagus dan bagus pula perjalananmu, serta engkau mendiami suatu tempat tinggal di surga’.”

“Hak orang Muslim atas orang Muslim lainya ada 5 macam : menjawab salam, mengunjungi yang sakit, mengiring jenazah, memenui undangan, dan menjawab orang bersin,” (HR. Asy Syaikhani)

“Setiap Muslim atas Muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”

“Jauhilah persangkaan, karena persangkaan itu perkataan yang paling dusta.”

“Janganlah kalian saling mengawasi, janganlah saling mencari keterangan, janganlah saling memutuskan hubungan, janganlah saling membelakangi, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Mustafaq Alaihi)

“Barangsiapa menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah)

“Saling berilah hadiah, niscaya kalian saling mencintai.” (HR. Baihaqqi)

“Jika salah seorang di antara kalian mencintai saudaranya, maka hendaklah dia menberitahukannya.” (HR. Abu Daud dan Timidzi)

“Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan.” (HR Muslim)

“Doa seseorang bagi saudaranya dari tempat yang jauh adalah terkabulkan.”

Hadist-hadist di atas adalah sabda Rasulullah saw.

(Sumber: Ensiklopedi Wanita Muslimah)

Kaitan Makanan dengan Doa

Seperti biasa, setiap Rasulullah menerima wahyu yang disampaikan Jibril, Nabi langsung membacakan ayat tersebut di hadapan para sahabatnya. Hal yang sama juga dilakukannya sewaktu beliau menerima wahyu ayat ke-168 dalam Surat Al Baqarah (2) Juz 2

“Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan; karena sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagimu.”

Mendengar ayat tersebut, seorang sahabat Sa’ad bin Abi Waqqash berdiri sambil memohon, “Wahai Rasulullah! Tolong doakan kepada Allah agar saya dan keluarga sepanjang hidup selalu memakan makanan yang halal dan baik.”

Dengan tegas Rasulullah bersabda, “Wahai Sa’ad! Perbaikilah makananmu niscaya doamu akan dikabulkan Allah. Demi Tuhan yang jiwa Muhammad ada di tanganNya, seseorang yang memakan makanan yang haram ke dalam perutnya, doanya tidak akan diterima selama 40 hari. Barangsiapa yang dagingnya tumbuh dari haram dan riba, maka neraka lebih baik baginya.”

Seluruh sahabat yang hadir terdiam, sembari menekurkan kepalanya dan menginat setiap makanan yang masuk ke dalam perut mereka. Kemudian Rasulullah membaca kembali ayat tersebut.

(Dikutip dari Komik Tafsir Al Qur’an Anak Shaleh)

Pro Kontra Musik

Bagaimana hukum musik dalam Islam? Benarkah ada musik yang Islami? Jujur, untuk menjawab hal itu aku masih bingung dan bimbang. Aku belum bisa menjawab pertanyaan itu bahkan untuk diriku sendiri. Namun seiring dengan pro kontra musik dalam Islam, aku terus berusaha untuk mencari tahu, baik itu dengan membaca-baca buku sumber seperti buku fiqih, membaca artikel, hingga bertanya kepada mereka yang lebih tahu.

Musik memang menyenangkan, meskipun sebenarnya aku tidak begitu suka musik. Entah karena kebetulan atau memang Allah menakdirkan aku begitu. Namun hal itu membuatku bersyukur karena setidaknya aku bisa ‘sedikit’ menghindarkan diri dari sesuatu yang status hukumnya masih meragukan.

Aku memang kurang suka musik. Namun bukan berarti aku sama sekali tidak pernah menyentuh dunia musik. Sesekali aku pun turut mendengarkan alunan musik yang menyenangkan. Namun entah mengapa, dari hari ke hari aku semakin merasa musik bukan hidupku. Musik bukan hidup seorang Muslim. Aku harus meninggalkan musik. Begitu pikirku. Ya, dan pikiran-pikiran seperti itu dari hari ke hari semakin kuat.

Ah, musik. Apa salah jika aku meninggalkan musik? Tidak kan? Toh bukankah meninggalkan sesuatu yang meragukan itu lebih baik? Dengan tekad yang kuat, aku mulai mengurangi interaksi dengan musik. Ketika aku sedang bosan dan ingin mendengarkan musik, aku beralih untuk menggantinya dengan ayat-ayat cinta bacaan suci Al-Qur’an, murottal. Jika dibandingkan, musik bukannya membuat hati ini tenteram dan mensucikan, justru membuat hati ini keras dan resah. Sebaliknya, bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an akan membawa kita pada ketenteraman hati, kesucian pikiran, kelembutan perasaan, serta kecintaan pada Sang Pemberi Cinta.


13 Oktober 2008 (18:25)
-sambil mendengarkan MP3 Murottal-

Wednesday, September 17, 2008

Apa Kabar Sepakbola??

Ah, aku ingin bercerita... aku ingin menceritakan mengapa aku tiba-tiba saja menulis (kembali) tentang sepakbola. Semalam ketika aku dan keluarga duduk di ruang makan untuk menunaikan ibadah sahur Ramadhan, adikku menyalakan televisi di ruang keluarga. Menonton pertandingan sepakbola. Entah siapa lawan siapa aku lupa, pertandingan Liga Champion.

---

Sepakbola. Sepakbola adalah olah raga yang paling berkesan untukku. Olahraga -para lelaki- yang aku lakoni sejak kecil. Namun sudah sejak lama aku meninggalkan atau tidak menyentuhnya. Bukan karena 'kesadaran' aku meninggalkannya, toh masih ada kebimbangan dalam hati ini. Sudah lama aku tidak mempunyau cukup waktu untuk menyalurkan minatku itu. Baik bermain maupun menonton pertandingannya.

Bermain sepakbola?? Hei?? Kapan mau bermain..?? Di mana? Sudah tidak memungkinkan lagi (untuk saat ini). Kalaupun bermain di rumah, akhir-akhir ini aku pulang terlalu sore hingga tak ada waktu lagi. Lagipula, fisikku terlalu capek melakukannya.

Menonton sepakbola? Kapan? Aku terlalu capek dan malas untuk bangun malam seperti dulu, menyempatkan waktu sekitar 2jam menonton pertandingan di televisi.

Sepakbola oh sepakbola... bagaimana kabarmu? Aku yang dulu sangat suka sepakbola, aku yang dulu selalu mengikuti perkembangan dan informasinya, aku yang dulu hafal nama-nama pemain bintang beserta klubnya... kini bahkan sudah tak pernah lagi menyentuh beritanya baik dari media cetak maupun media elektronik.

---

Yah, kejadian semalam mengingatkanku kembali tentang sepakbola. Rasanya kangen juga... Tapi aku tak bisa bayangkan bagaimana aku setelah ini. Akankah aku kembali dengan sepakbolaku, atau aku akan benar-benar meninggalkan?? Entahlah....


Rabu, 17 September 2008 (14:05)
-setelah pertandingan liga Champion semalam-

Thursday, September 11, 2008

Rindu Menulis

Rasanya udah lama banget aku nggak nulis....

Aku rinduu....aku ingin menulis lagi.....menulis apa yang kurasakan, menulis apa yang kupikirkan, menuliskan kebenaran,.....

Namun waktuku kini terlalu banyak tersita. Tersita oleh tugas-tugas kuliah maupun tugas-tugas lainnya. Atau bahkan mungkin tersita oleh hal-hal yang sia-sia, na'udzubillah....

Aku ingin memulis... aku rindu menulis....

Thursday, August 14, 2008

Aku dan SPUTNIK

Tidak terasa, ternyata OSPEK 2007 (baca: SPUTNIK) sudah berlalu satu tahun lamanya. Masa-masa penuh kenangan, saat aku masih menjadi seorang MABA (baca: mahasiswa baru), terlintas kembali dalam benakku.

Briefing MABA, Pertengahan Bulan Agustus 2007

Pagi itu adalah briefing mahasiswa baru. Dengan penuh semangat aku datang ke kampus Teknik pagi itu dengan motor Supra X milik ayahku tersayang. Setelah memarkirkan motor di tempat yang telah disediakan, aku segera bergabung ke tengah-tengah kerumunan MABA mencari-cari orang yang kukenal. Hanya dalam hitungan detik, aku dengan mudah bisa menemukan teman-teman SMAku, Padz Squad dengan jaket almamater kesayangan.

Tak lama kemudian, briefing MABA pun dimulai. Dalam briefing hari itu, panitia mengumumkan bahwa OSPEK tanggal 23-25 Agustus mendatang akan dimulai pada pukul 06.00 pagi dan kami diharuskan untuk tidak datang terlambat. Selain itu, kami juga ditegaskan untuk menaati beberapa ketentuan, seperti dilarang membawa HP, dilarang membawa kendaraan ke sekitar lokasi, dan lain-lain.

Setelah basa-basi dan segala macam, kami diperintahkan untuk segera mencari kelompok masing-masing. Namun untuk mencarinya, tak semudah itu. Kami diharuskan untuk mencarinya sendiri dengan melihat kertas-kertas pembagian kelompok yang sudah ditempel di beberapa tempat. Tak ayal lagi, tanpa pikir panjang, semua MABA bergegas berebut mencari kelompoknya masing-masing. Tanpa peduli sekitar, tidak teratur - asal tubruk, bercampur-baur antara laki-laki dan perempuan menjadi pemandangan saat itu, memprihatinkan.

Akhirnya semua MABA mendapatkan kelompoknya masing-masing. Begitu pula denganku. Aku, Meidwinna Vania Michiani, tergabung dalam ranger nomor 31 “ARIANE” dengan dua orang pemandu. Sebut saja mas Miftah dan mbak Dining.

Hari itu juga, kami saling memperkenalkan diri dengan sesama anggota ranger ARIANE. Mulai dari nama, asal sekolah, tempat tinggal, dan lain-lain. Setelah itu dilanjutkan dengan pembagian kaos serta inti acara briefing hari itu, penugasan!!

Pasca Briefing MABA, Pra OSPEK

Banyaknya tugas yang diberikan saat briefing MABA, mengharuskan kami untuk senantiasa lembur sepanjang hari menjelang Hari-H OSPEK. Membuat topi, tas, name tag, buku tugas, block note, mascot ranger, dan segala macam. Benar-benar pemborosan!! Tapi di luar itu, banyaknya tugas membuat kami, ARIANE, semakin akrab. Oiya, sekedar informasi, untuk mengerjakan tugas kelompok yang menggunung itu, membuat kami harus mempunyai basecamp. Di mana di basecamp itu, kami melembur menyalurkan segenap tenaga untuk menyelesaikan semua tugas. Adapun basecamp kami tercinta berada di daerah Kotabaru, tepatnya di Jalan Jenderal Sudirman nomor 69. Ya, rumah yang cukup tua milik nenek salah seorang anggota ranger kami itulah basecamp kami. Rumah neneknya Dwinna..^;^

Kamis, 23 Agustus 2007; Hari Pertama SPUTNIK

Ba’da shalat shubuh dan berbenah diri, aku bergegas meninggalkan rumah pagi itu diantar oleh ayahku. Bagaimana tidak bergegas? OSPEK dimulai pukul 06.00!! Dan, alhamdulillah aku datang beberapa menit sebelum acara dimulai.

Hari pertama OSPEK, kami disuguhi bermacam-macam acara. Mulai dari pembukaan oleh Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Indarto, DEA, dilanjutkan dengan perkenalan beberapa dosen petinggi fakultas. Tak ketinggalan, acara Talk Show dengan pembicara Pak Wazis Wildhan, Dosen Teknik Mesin. Beliau memberikan pengantar seputar engineer. Kemudian disusul dengan sesi II “KPTU.com” tentang Fasnet dan fasilitas IT di UGM.

Ada juga sesi kepemanduan yang dipegang oleh masing-masing pemandu. Dalam sesi kepemanduan siang itu, kami diberikan materi mengenai cita-cita dan motivasi diri. Bahwa kunci untuk mencapai cita-cita, kita perlu menggali motivasi diri. Selanjutnya kita perlu mengidentifikasi potensi atau kemampuan diri kita dengan analisis SWOT. Di luar potensi masing-masing pribadi yang tentunya berbeda, dalam suatu komunitas seperti OSPEK saat itu, diperlukan adanya pensinergisan potensi tiap anggota. Di mana masing-masing anggota saling bekerja sama satu sama lain demi mencapai sebuah tujuan.

Ba’da asyar, seluruh MABA dikumpulkan kembali di depan Gedung KPTU. Setelah kami semua berbaris rapi. Tiba-tiba muncul segerombolan panitia berslayer merah. Siapa lagi kalau bukan Tatib!! Ya, itulah sesi “Virus Detected”. Di mana Tatib beraksi untuk membasmi “virus-virus” yang tidak mengerjakan tugas. Bentakan-bentakan kasar disertai kata-kata kotor meluncur dengan mudahnya tanpa dosa dari mulut-mulut para pengeksekusi. Hukuman push up, jongkok, dan sebagainya menimpa kami semua, bersalah maupun tidak. Akhirnya, sekitar tiga puluh menit sebelum waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, para Tatib menyudahi eksekusi sore hari itu. Dan mereka pun kembali ke sarangnya.

Pasca eksekusi, suasana menjadi cukup tegang. Kemudian acara segera diambil alih oleh protokoler. Kini saatnya pembacaan tugas untuk keesokan hari. Di antaranya adalah membuat yel ranger yang akan dilombakan. Kemudian membuat peta kampus, membawa balon gas yang warnanya sesuai dengan warna ranger, hingga membawa benang kasur. Belum lagi tugas individu seperti membuat esai tentang RUU BHP dan visi misi 10 tahun ke depan sebagai seorang insinyur, serta membuat karya pribadi yang menunjukkan jurusan masing-masing.

OSPEK hari pertama pun bubar. Semua peserta, diharuskan meninggalkan kampus saat itu juga, tanpa terkecuali.

Penugasan yang cukup banyak membuat para personil ranger ARIANE harus kembali berkumpul di basecamp malam itu. Dan kami berencana berkumpul kembali sekitar waktu Maghrib, setelah istirahat sejenak. Waktu istirahat yang cukup singkat itu, kugunakan untuk segera menyusup ke kantor ayahku. Aku yang tidak membawa uang sama sekali tidak bisa pulang, otomatis aku kembali nebeng ayahku.

Di kantor ayahku, yang masih dalam kompleks kampus Teknik, aku meminta izin pada beliau untuk menggunakan fasilitas internet yang ada di ruangan tersebut. Beliau pun mengizinkan, dan aku mulai browsing untuk mencari bahan tugas esai mengenai RUU BHP, istilah yang begitu asing di telingaku.

Tak lama kemudian, ayah mengantarkanku ke basecamp. Saatnya ARIANE berkutat kembali dengan tugas. Namun malam itu kami tak lagi mengerjakan tugas seberat hari-hari sebelumnya. Malam itu, kami hanya melakukan pembagian tugas. Selanjutnya kami gunakan waktu yang tersisa malam itu untuk latihan yel.

Jum’at, 24 Agustus 2007; Hari Kedua SPUTNIK

Pagi itu, seperti hari pertama, aku berangkat pagi-pagi sekali ke kampus Teknik diantar oleh ayahku tepat waktu. Acara OSPEK pagi itu diadakan di kampus lama Teknik, yaitu di daerah Sekip.

Acara OSPEK pagi itupun dibuka oleh protokoler. Setelah itu kami menyantap sarapan. Sementara aku menanti-nantikan acara selanjutnya dengan berdebar-debar, “Setelah ini apa ya?” penasaran aku bertanya-tanya dalam hati.

Selang beberapa menit kemudian, terjawablah pertanyaanku. Karena tak disangka-sangka, sekarang saatnya Tatib kembali beraksi!! Suasana kembali menjadi gaduh, belum lagi ada seorang MABA yang diseret ke depan karena rambutnya gondrong dan dicat merah. Fyuuh!! Suasana benar-benar menjadi panas.

Tiba-tiba Tatib berteriak, “Yang merasa tugasnya tidak lengkap, pindah ke sisi sebelah utara!!”. Aku kaget dan menyadari bahwa tugasku tidak lengkap. Akhirnya dengan PDnya aku berpindah ke sisi utara bersama dengan banyak sekali MABA yang juga “bersalah” sepertiku. Aku bergabung ke barisan yang merupakan kelompok hukuman ringan.

Di sisi utara, saat para tersangka sudah dikumpulkan, diselingi teriakan-teriakan para eksekutor, Kasubbid Tatib maju ke depan podium dan mulai memberikan hukuman untuk kami. Jongkok, berdiri, kemudian jongkok lagi. Kemudian kami semua diberi hukuman push up.

Entah apa yang merasukiku, tiba-tiba saja aku berteriak bahwa aku menolak menerima hukuman push up. Bukannya aku tidak sanggup, namun sejauh aku membaca buku panduan OSPEK, yang aku lakukan “hanya”lah pelanggaran ringan. Dan sanksi atas pelanggaran ringan bukanlah push up. Begitulah tegasku kepada Tatib yang berdiri di depanku.

Dan tanpa ba-bi-bu lagi, aku segera diusir dari barisan. Semula aku mengira bahwa aku diperbolehkan kembali ke barisan rangerku, namun ternyata aku dipindahkan ke barisan terdakwa yang statusnya lebih berat, alias ke barisan “ekslusif”.

Dalam barisan baru itu, aku kembali dibentak-bentak seperti di kelompok hukuman ringan. Namun bedanya, aku dibentak-bentak secara personal (yah, secara orangnya hanya sedikit). Saat dibentak, aku yang tidak tahu “etika” saat dibentak, malah menatap mata orang yang membentakku. Bukannya aku sengaja menantang, namun aku tidak tahu bahwa aku “seharusnya” menunduk saja.

Mulanya, sang eksekutor, sebut saja Mbak X, menanyaiku dengan kasar mengenai apa kesalahanku. Kemudian kujelaskan dengan panjang lebar seperti yang telah kujelaskan sebelumnya. Adu mulut pun terjadi. Kembali aku tidak tahu bahwa lebih baik aku diam daripada beradu mulut dengan Tatib.

Aku memang mengakui bahwa ada kesalahan pada name tagku. Selain kepangannya yang belum jadi, ada beberapa bagian yang memang salah. Namun aku tidak terima ketika Tatib mencoba merobek name tagku. Setelah kembali beradu mulut, aku berhasil menyelamatkan name tagku.

Tak lama kemudian, setelah jenuh beradu mulut, Mbak X menanyakan padaku apakah hukuman yang kuinginkan, jika memang aku tidak mau dihukum push up. Setelah negosiasi yang cukup panjang, hukuman yang dijatuhkan kepadaku adalah membersihkan ruang Tatib. Ok, deal! Dan akhirnya, aku diperbolehkan kembali ke barisan rangerku, dengan catatan bahwa siang ini aku harus menjalani hukuman “bersih-bersih”.

Tak lama berselang, sesi hukuman selesai. Area OSPEK kini kembali bersih dari para eksekutor. Adapun acara selanjutnya adalah jalan-jalan ke jurusan. Kami semua dipilah-pilah berdasarkan jurusan masing-masing, untuk melakukan tour ke jurusan. Dan aku pun mulai melangkahkan kaki bersama teman-teman satu jurusan menuju gedung kampus Arsitektur dan Planologi, untuk mengenal lebih jauh tentang jurusanku tercinta.

Usai shalat Dhuhur, kami kembali dikumpulkan di Plaza KPTU untuk menyimak seminar mengenai sikap mental dan etika profesi insinyur, yang dibawakan oleh Bapak Wahyu B. S. selaku pembicara. Siang itu memang sangat melelahkan, namun sebisa mungkin aku tetap berusaha untuk menyimak apa yang disampaikan pembicara, seraya mencatat beberapa hal penting.

Saat sedang asyik-asyiknya mencatat materi, tiba-tiba aku terusik oleh kedatangan beberapa Tatib yang sedang mensweeping para MABA putra yang rambutnya gondrong atau dicat. “Ups, Tatibnya udah turun. Jangan-jangan sebentar lagi giliranku…” gumamku berdebar-debar cemas. Benar saja, tiba-tiba Mbak X memanggilku keluar barisan dan membawaku ke lantai 2 KPTU, menuju ruang Tatib.

Eksekusi pun dimulai. Dan segera saja kumulai menyapu ruangan Tatib, dengan iringan backsound yang tiada henti-hentinya mengiringi. Saat itu aku tidak sendirian, karena banyak juga MABA yang sedang menjalani hukuman saat itu.

Beberapa menit kemudian, hukuman disudahi. Dan kami para terdakwa dipindahkan ke tempat lain. Yaitu ke lahan kosong yang terletak sebelah selatan dari gedung Arsiplan. Di tempat itu, kami kembali diceramahi, sebagai closing dari hukuman. Dan aku yang dianggap sudah menerima hukuman, akhirnya dipersilakan untuk meninggalkan lokasi hukuman oleh seseorang yang pada akhirnya kuketahui sebagai kakak kelasku. Aku pun segera kembali ke plaza KPTU untuk bergabung bersama teman-teman.

Sesampainya di KPTU, teman-teman ARIANE sedang maju ke depan untuk lomba yel. Aku yang datang terlambat akhirnya hanya menyaksikan teman-temanku beraksi sambil menyemangati mereka.

Selanjutnya adalah sesi kepemanduan mengenai peran mahasiswa sebagai agent of change dan sebagai iron stock. Tak ketinggalan pula pembahasan mengenai RUU BHP. Selain diiisi materi, sesi kepemanduan juga diisi dengan sharing.

Dan acara terakhir untuk OSPEK hari itu adalah pembaerian tugas yang tak kalah banyak seperti hari pertama. Di antaranya ada tugas kelompok seperti membawa kenang-kenangan, membuat gambar futuristic, membuat satu buah sentir dari botol kaca, membawa tempat sampah di mana kami sudah jauh-jauh hari ditugaskan untuk membuatnya, serta membuat kata-kata terakhir atau kesan pesan terhadap acara SPUTNIK. Dan juga tugas individu yang kembali menulis esai, kali ini bertemakan “Organisasi vs Study Oriented”.

Sabtu, 25 Agustus; Hari Terakhir SPUTNIK

Hari terakhir seharusnya ditutup dengan sesuatu yang menyenangkan. Namun itu tidak berlaku bagiku. Aku yang mengawali hari itu dengan buruk, merasakan kepenatan dan kesuntukan yang luar biasa. Hari terakhir SPUTNIK, aku datang terlambat.

Aku yang datang dengan berlari-lari segera disambut dengan tatapan menyeramkan dari para Tatib. Dan aku pun kembali berhadapan dengan Tatib!! Oh my God!
“Oh, Dwinna lagi… Woi, temen-temen sini! Ini yang kemarin, Dwinna nih!!” ejek Mbak X.
“Oh yang kemarin nggaya banget minta hukuman ngebersihin ruang Tatib..??” seru temannya.
“Ngapain kamu? Hah?” sebuah pertanyaan ditjukan kepadaku, “telat lagi..??”
“Saya telatnya cuma hari ini, Mbak… Kemarin nggak telat,” ucapku tidak terima.

Cemoohan demi cemoohan datang bertubi-tubi. Begitu pun yang dialami oleh rekan-rekan lain yang datang terlambat. Namun mereka “beruntung” karena sikap mereka yang nrimo. Setelah rampung dengan hukuman push up-nya (yang entah sesuai dengan porsinya atau tidak), mereka dibebaskan dan diperbolehkan bergabung mengikuti acara yang sedang berlangsung. Sangat bertolak belakang dengan nasibku. Aku tetap tidak mau dihukum push up karena memang bukan push up lah hukuman atas pelanggaranku. Pelanggaran yang kulakukan masih tergolong ringan.

“Kamu ini kenapa terlambat? Jawab! Bla… bla…” kembali Mbak X bertanya padaku. Sementara teman-temannya sibuk menggeledah tasku dan mengecek tugasku. Alhamdulillah-nya aku mengerjakan tugasku hari itu dengan cukup baik bahkan diary-ku aman dari unsure menghina Tatib. Untuk masalah itu aku aman.

Entah sudah berapa lama aku dipaksa berdiri di tempat hukuman. Sebenarnya aku ingin lekas pergi dari situ, namun entah aku malas untuk menyerah pada mereka. Sambil berusaha menenangkan diri, aku sedikit mencuri-curi lihat orang-orang yang ada di sekitarku. Kalau aku menebak, tidak hanya Tatib yang ada di dekat situ. Ada Dewan Pengawas, panitia lain, bahkan seorang pemanduku juga di situ sambil. “Yah, aku kok nggak dibela?? Masa Cuma diliatin doank, hix..” gumamku dalam hati.

“Heh, kamu PADMANABA?” selidik Mbak X sambil melirik pin PADMANABA yang kusematkan di jilbab.
“Iya, mbak..” jawabku lirih.
“Hah, heran aku. Dari kemarin anak SMA favorit selalu saja sok ngelawan Tatib! Kemarin SMA tuuutt!!! (sensor-red), sekarang SMA 3. Sok pinter kamu?!!”
“Woi temen-temen!! Adik kelas kalian nih! Dia SMA 3 ternyata!! Malu-maluin nggak sih? Haha..” lanjutnya.
“Hah? SMA 3?? Masa..?? Ihh..” ejek seorang Tatib.
“Coba nih liat pinnya!! SMA 3 Yogya coba..!!” ejek Mbak X.
“Heh kamu SMA 3?” tanya Tatib yang lain.
“Iya, Mas…” jawabku sambil melirik padanya yang aku kenali sebagai kakak kelasku di SMA. Dan aku pun kembali menundukkan kepalaku.
“Heh, kamu tuh tau nggak sih!! Di sini tuh banyak kakak kelasmu tau!!” Mbak X kembali berbicara. “Nih, kamu kenal nggak sama Mbak Y!?”
“Iya, Mbak..” jawabku singkat setelah melirik kepada Mbak Y.
“Heh, kamu liat ke sini!!” hardik seorang Tatib yang lain, sebut saja namanya Mbak Z, yang juga alumni SMA 3.
“Lihat kita!” lanjutnya sambil mengangkat daguku.
“Lihat!! Kita semua ini alumni SMA 3!”. Benar saja, saat aku mengangkat wajahku, aku melihat para Tatib yang alumni SMA3 mengerumuniku.
“Kamu ini malu-maluin almamater, tau nggak sih! Lepas tuh pin-mu!! Jangan malu-maluin SMA 3! Copot!!”
Aku yang sudah semakin capek melayani mereka, segera melepas pin PADMANABAku. Sebenarnya, tanpa mereka suruh pun, aku ingin sekali mencopotnya. Aku benar-benar malu. Bagaimana mungkin aku bangga mengenakan pin SMA 3 sementara aku datang terlambat pagi itu..?? Ugh..

“Huff, kapan nih selesainya..” keluhku dalam hati, “capek…”
“Kamu Teknik Arsitektur ya?” tanya Mbak V, Tatib yang seorang mahasiswi Arsitektur.
“Iya..”
“Berarti kita satu jurusan? Ih, males banget satu jurusan sama kamu!!”
“Kamu ini mbok nulisnya yang bener…” lanjutnya sambil menunjuk tulisan ‘TA’ pada name tagku. “Apa sih susahnya nulis ‘Teknik Arsitektur’?? TA… TA… emangnya ada Teknik TA….”

“Udah-udah..” tiba-tiba Mbak X yang dari tadi diam saja memperhatikan saat aku dikait-kaitkan dengan SMA 3 maupun jurusanku, kini kembali angkat bicara. Sambil berjalan mendekat, ia berkata, “Sekarang kamu maunya apa?”
“Huff, akhirnya..” gumamku dalam hati, sedikit lega.
“Kamu ini, push up nggak mau… nggak terima. Katanya ‘Hukumannya nggak logis, Mbak…’. Terus sekarang maunya apa? Tuh temenmu yang tadi terlambat sekarang udah gabung sama teman-teman yang lain! Coba kamu nurut kayak dia!”
Benar juga, kini hanya aku yang sedang dalam proses eksekusi. Jelas saja, aku kan sudah sekitar setengah jam-an dibentak-bentak seperti itu.
“Kamu mau dihukum apa? Mau bersihin ruang Tatib kayak kemarin?” tanyanya kembali.
“Iya”.
“Nggaya banget… Kemarin aja nggak bersih…” ejek yang lain.
“Oke, kamu butuh berapa menit buat membersihkan ruangan kami??”
“Hah?” tanyaku kaget. Namun aku cepat-cepat berpikir dan menjawab, “Hm, tiga puluh menit..”
“Setengah jam? Oke.. Tapi kalau dalam waktu setengah jam nggak bersih, kami berhak menghukummu!!”
“Gimana?? Terima nggak?? Masih nggak terima, hah??!! Jawab!!!” hardiknya kembali.
“Hm..” lirihku.
“Yang tegas!!”
“Kok bisa!” protesku.
“Kok bisa… kok bisa… ya iyalah… kamu mintanya kan setengah jam. Kalau sampai nggak bersih berarti kamu bohong kan!! Jadi kami berhak memberikan hukuman lagi!” balasnya.
“Hukuman apa?” tanyaku.
“Suka-suka kita!!”
“Hm..” lirihku kembali.
“Terima nggak?!” ejeknya.
“Terima Mbak..” dengan berat hati kusanggupi perjanjian itu. Perjanjian yang sangat tidak masuk akal. Sebenarnya aku bisa saja menolak seperti sebelum-sebelumnya. Tapi aku sudah benar-benar capai. Aku lelah, benar-benar lelah. Aku sudah enggan berdebat yang tiada habis-habisnya dengan para Tatib.
“Yang tegas!!” hardiknya tidak sabar.
“Saya akan membersihkan ruang Tatib selama tiga puluh menit. Jika dalam tiga puluh menit saya tidak berhasil menyelesaikan pekerjaan saya, saya bersedia dihukum,” tegasku sambil mengangkat wajahku; dengan berat hati tentunya.
“Oke, aku pegang kata-katamu! Kalau sampai nggak bersih, kita berhak menghukum kamu!”
“Tapi hukumannya yang logis, Mbak..” ujarku dengan sisa-sisa kekuatan.
“Hah!! Itu lagi!! Udah!!” katanya sambil melotot.
“Oke, nanti kamu bersihin ruangan kita! Nggak usah kupanggil kayak kemarin, kamu harus datang sendiri ke ruangan kita!! Manja…” lanjutnya.
“Iya, Mbak…”
“Kupegang kata-katamu!” kata Tatib yang lain.
“Awas kamu!!” timpal yang lain.
“Sana cepat kamu gabung sama teman-teman yang lain!! Kamu udah ketinggalan tau!!”
“Cepat!! Jangan lelet!!” seru mereka mengusirku, sementara mereka mulai beranjak membubarkan diri.
“Sepertinya mereka juga capek, sama seperti aku..” pikirku sambil berlari menjauh dari para eksekutor.

Usai acara bentak-bentakan pagi tadi, aku semakin down. Udah capek, dibentak-bentak lagi!! Aku pun mengikuti acara OSPEK hari terakhir tanpa gairah sama sekali. Bahkan saat games dalam acara kepemanduan aku tidak ikut dan hanya jadi pengamat karena aku terlambat datang forum. Kenapa? Aku baru saja menghadap Dewan Pengawas, meminta mereka menemaniku ke ruang Tatib. Namun rupanya ruang Tatib masih kosong sehingga aku kembali lagi Rangerku.
Beberapa jam kemudian, baru aku kembali mengecek ke ruang Tatib bersama seorang DP (Dewan Pengawas) dan pemanduku. Di sana, sama seperti kemarin, aku diomelin terlebih dahulu oleh mbak-mbak Tatib, sebelum aku mulai menyapu. Selama menyapu pun aku tak merasa kesepian. Bagaimana tidak? Ruang tersebut tidak kosong seperti kemarin saat aku pertama datang. Kali ini aku tidak merasa kesepian. Bagaimana tidak? Banyak Tatib yang ‘menemani’ku, laki-laki maupun perempuan. Tak hanya itu, banyak peserta lain yang juga dihukum sepertiku. Belum lagi, teman-teman yang baru didatangkan oleh para Tatib untuk dipangkas rambutnya, termasuk kukenali di antara mereka salah seorang teman SMA. “Lho, Dwin?” tanyanya heran.

Tiga puluh menit pun berlalu. Waktuku telah habis. Hingga Mbak X memanggilku untuk menghadap. Lagi-lagi diomelin. Entah apa yang dia katakan, aku sudah lupa. Dan sepertinya dia juga menyadari bahwa aku tidak terlalu memperhatikan omelannya. Ia pun menyudahi dan menyuruhku untuk menjalani hukuman selanjutnya. Hukuman karena aku tidak menyelesaikan pekerjaanku menyapu ruangan.
“Kamu nggak pernah nyapu ya di rumah? Masa nyapu aja nggak bersih??” ejeknya.
Mendengar ejekan itu, sebenarnya aku ingin tertawa. Namun tidak kulakukan karena aku sudah benar-benar capek.
“Sekarang push up!” katanya kemudian.
Push up..?? Nggak masalah sih, lagipula tadi pagi aku sudah berjanji akan push up jika perekerjaanku tidak beres. Hal yang tidak masuk akal. Sebenarnya aku melakukan itu dengan terpaksa karena sebenarnya aku tau bahwa satu pelanggaran hanya akan dikenai satu sanksi. Sedangkan ini?? Ah tapi sudahlah, AKU CAPEK!!!

Hukuman selesai.

Hari itu kujalani tanpa semangat sama sekali. Dan sepertinya tak hanya aku saja yang mengalaminya. Teman-teman rangerku juga terlihat lesu, bete, dan tanpa gairah. Padahal ini adalah hari terakhir OSPEK yang seharusnya bisa kami jalani dengan senyum dan semangat.

Pukul 15.50 WIB, usai shalat Asyar adalah saat-saat yang ‘kunantikan’. Apakah itu? Nuclear Explosion!! Haha, saat-saat yang mendebarkan, saat-saat bertemu kembali dengan para Tatib. Dan empat puluh menit Nuclear Explosion seolah berlalu begitu saja, seolah bukan apa-apa bagiku yang sudah bosan dan suntuk. Hingga kemudian adalah acara permintaan maaf dari para Tatib yang sebenarnya……….(sensor-red). Dilanjutkan dengan acara penghargaan dan lain-lain.

Waktu shalat Maghrib pun tiba. Kali ini kami satu Teknik, dikumpulkan di halaman depan KPTU untuk melakukan shalat berjamaah. Selanjutnya, hadirlah Pak Fadly “Lilik” Reza yang sengaja datang ke Teknik untuk memberikan motivasi, sebelum acara nonton bareng film SPUTNIK 2007.

Adzan Isya’ sudah berlalu sejak tadi. Namun entah mengapa acara masih tetap dilanjutkan. “Kapan shalatnya??” tanyaku lirih sambil menangis dalam hati. Aku yang sedang kalut semakin kalut. Sekitar pukul setengah delapan, barulah kami ‘dipersilakan’ shalat Isya berjamaah.

Usai shalat Isya, iringan musik keras bertalu-talu memecahkan suasana malam itu. AKU TIDAK SUKA!! Teriakku dalam hati. Aku tidak tahu, sejak kapan aku tidak menyukai situasi seperti itu. Musik-musik itupun seolah membawa jiwaku terbang menjauh dariNya. Dentaman-dentaman kerasnya seolah musuh bagi nuraniku, imanku. Aku ingin menangis, Rabbi. Suasana malam yang gelap seolah tak mampu memberikan perlindungan. Aku takut Rabbi…

Dengan iringan backsound yang tak henti-hentinya, pemandu putriku mengajak teman-teman putri ARIANE untuk berkumpul sejenak sambil ‘menikmati’ malam itu. Sambil mencari-cari lokasi yang cocok untuk berkumpul bersepuluh, mataku tanpa sengaja menangkap sosok salah seorang teman priaku di antara kegelapan sedang menghisap sebatang rokok. Oh, Rabbi….

Malam ini, berakhirlah sudah rangkaian acara SPUTNIK yang melelahkan, yang tak hanya menguras fisik namun juga menyita hati dan pikiran. Yah, secara fisik aku memang lelah, namun kesibukan ini ternyata jauh menguras imanku. Aku ingin menangis… Yah, benar saja, air mataku yang telah tertahan selama beberapa hari ini tumpahlah sudah. Teman-teman perempuanku pun merasa keheranan melihatku yang tiba-tiba menangis. Namun sepertinya pemanduku mengerti apa yang sedang kualami. Dan dengan bahasa isyarat, beliau berusaha menenangkan kegundahan hatiku. Beliau berusaha memberikanku tausyiyah agar aku tetap tegar dengan semua ini. Ini belum seberapa.

Dan malam terakhir SPUTNIK pun kulalui dengan perasaan yang tidak menentu. Namun dengan ini aku pun menjadi sadar bahwa aku tak bisa diam saja di sini. Aku punya tugas yang berat di sini, sangat berat!! Namun inilah jalanku. Dan akulah yang telah memilihnya. Dengan niat yang tulus dan tekad yang kuat, insya Allah aku kan bisa melalui semua ini. Semangat!!!

----

Kini OSPEK 2008 (baca: INFANTRI 2008) sudah di depan mata. Akankah INFANTRI sama dengan SPUTNIK? Makin membaikkah? Ataukah semakin buruk? Dulu aku menjadi peserta OSPEK, kini giliranku menjadi panitia OSPEK mendatang. Akankah semua berjalan baik-baik saja? Semoga. Kita tunggu kelanjutannya!! Fight!
(Semoga Allah senantiasa melindungi kami, amin…)


14 Agustus 2008
Menjelang INFANTRI 2008

Sunday, August 10, 2008

Lama Nggak Posting

Kayaknya aku udah lama banget nggak posting..tau nih lagi nggak ada ide..sebetulnya, ide sih banyak,cuma gak ada waktu aja buat nulis...doakan saja ya teman-teman,semoga aku bisa produktif lagi..karena sebetulnya,menulis itu sangat menyenangkan...^;^

SEMANGAT!!!

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...

(Puji syukur kehadirat Allah yang masih memberikan nikmat iman dan Islam pada diri ini..)

Selamat datang di blogku yang mungkin hanya berisi secuil pemikiran dan ungkapan isi hati...

Sungguh, kebenaran datangnya hanya dari Allah. Adapun kesalahan datangnya murni dari diri ini. Untuk itu mohon masukan, kritik, dan sarannya serta mohon dimaafkan atas segala kesalahan. Terima kasih. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat dan membawa berkah. Amin

(Mulakanlah dengan membaca Basmalah.... dan akhirilah dengan Hamdalah..)