Friday, January 23, 2009

Makanan Mahal

Beberapa hari yang lalu aku ke rumah nenek. Seperti biasa aku ditawari makan.
“Mau makan apa, Mbak?” tanya pramurukti yang bekerja di tempat nenek.
“Terserah, Mbak..” jawabku.
“Dibeliin ayam apa lele?” tanyanya lagi.
“Hm, ayam juga boleh…”
Kuwi ono oseng nek gelem..” kata nenek menimpali.
“Iya yangti…” jawabku, “ emang ada oseng apa Mbak?“
“Oseng kacang panjang.. tapi nggak enak Mbak, itu kan makanannya eyang. Gulanya kan nggak pake gula biasa, gulanya pake gula orang tua..” kata mbak pramurukti.
“Iya ya? Tapi aku malah suka tuh Mbak.. hehe.. malah enak… lagian kan mahal tuh… haha…” candaku.
Haha, bercanda… tapi emang kok, aku malah suka tuh pake gula diet kayak punya nenek. Bukan karena mahal (haha..) tapi emang aku nggak terlalu suka bumbu yang berlebihan di lidahku. Segitu aja udah cukup kok. Hehe.. lagipula lebih sehat… mantap!!!


Kamis, 22 Jan 2009 (22:12)
Just an intermezzo story
(baca: cuma cerita selingan, haha)

Bolehkah Aku Pergi Sejenak?

Selasa malam dua hari yang lalu, telpon rumah berdering. Rupanya telpon untukku dari teman sesama ADS. “Dwin, ada acara Bina Remaja Muslim diadakan oleh LDKnya UNS untuk siswa-siswa SMA. Acaranya di Solo, dari tanggal 24-26 Januari 2009. Dan kebetulan SMA3 mengirim beberapa ikhwan dan akhwat. Nah, aku butuh bantuanmu mendampingi akhwat-akhwat SMA3.”

Sesaat aku terdiam. Bingung. “Duh mendadak banget, kok ya pas aku lagi banyak kerjaan gitu lho…” batinku. Aku pun teringat dengan banyaknya amanah yang belum ku selesaikan.

“Gimana Dwin? Tolong dipertimbangin. Ini lahan dakwah untuk kita,” lanjutnya.

Sekali lagi aku terdiam, tak tahu harus menjawab apa.
“Aku usahakan ya. Tapi aku nggak janji, karena ada banyak amanah yang belum terselesaikan. Dan kebetulan mas’ulku juga nggak ada di Yogya tanggal segitu…” jawabku kemudian.

“Tapi tolong dipertimbangin Dwin. Soalnya nggak ada orang lain lagi…” pinta temanku.

“Insya Allah… aku usahakan untuk segera merampungkan pekerjaanku. Dan aku coba izin dulu ya sama teman-teman… tapi sekali lagi, aku nggak janji ya…” balasku.


­----

Untuk beberapa saat lamanya aku terdiam. Masih bingung dengan apa yang harus kuputuskan. Dilema.. seperti biasa. Ah bingung.. sebenarnya aku ingin sekali mengiyakan permintaan temanku itu. Kebetulan aku sedang butuh suplai energy untuk mencharge tangki keimananku. Aku butuh merefresh kembali pikiran dan hatiku. Tapi amanahku?

Ah, aku ingin sekali-kali pergi. Pergi meninggalkan semua ini. Bukan pergi meninggalkan amanah. Namun sekedar istirahat sejenak, mencari sesuatu yang hilang. Melepas dahaga.. mengembalikan energy dan kekuatanku yang semakin melemah. Ah, bolehkah aku pergi? Bolehkah aku pergi sejenak saja?

Hati ini terus saja mendorongku untuk pergi. Hingga akhirnya kuputuskan saja untuk pergi. Bismillah… Nah, kalau memang mau pergi, aku harus konsekuen. Aku harus selesaikan dulu apa yang jadi tanggunganku. Selesaikan Dwin!! Selesaikan!! Dan tentunya tak lupa aku izin pada para “bos”ku,, hhe…

“Boleh nggak aku pergi keluar Yogya akhir pekan ini?” ketikku di layar handphone Siemens A55 milikku. Sending message to…. *****

Tak berapa lama pun sang resipien membalas. “Nggak masalah kok Dwin, yang penting jangan lupa kamu cari wakil selama kamu pergi.”

Oke, sip.. satu udah beres Alhamdulillah.

“Akhir pekan ini boleh nggak aku izin meninggalkan Yogya?” kembali kuketikkan sebaris kata di handphoneku untuk kukirim ke nomer yang berbeda.

“Ada apa? Mau kemana? Mau refreshing ya?” balas orang di seberang sana.

“Refreshing? Mungkin iya.. tapi yang jelas aku dapat amanah untuk mendampingi adik-adikku.. hm, tapi aku bingung…” balasku kembali.

“Udah pergi aja, untuk yang di Yogya insya Allah nggak ada tanggungan kok. Kita selesaikan nanti kalau sudah balik lagi ke Yogya,” balasnya meyakinkanku.

Ah, Alhamdulillah.. terima kasih teman-teman. Aku akan pergi untuk ‘refreshing’ (baca: menata hati dan pikiranku, menambah energy dan suplai keimananku), pergi untuk menuntut ilmu, pergi untuk mencari kekuatan. Pergi meninggalkan Yogya…

Semoga perjalananku ini diberkahi oleh Allah. Dan semoga sekembalinya aku dari sana, aku bisa menjadi manusia yang lebih baik. Dan semoga semuanya berjalan lancar saat aku pergi… Bismillah.. aku titipkan semuanya padaMu Allah….

Kamis, 22 Jan 2009 (21:40)
Bolehkah aku pergi sejenak?

Gencatan Senjata

Saat ini sedang terjadi gencatan senjata antara Palestina (HAMAS) dengan Israel Laknatullah. Entah sampai kapan. Katanya sih satu minggu. Tapi wallahu ‘alam…

Sebenarnya aku ikut senang dengan adanya gencatan senjata tersebut. Tapi aku ragu, sangat ragu bahwa itu akan berhasil. Bahkan aku yakin seyakin-yakinnya para Hizbusy syaithon (baca: pengikut setan) itu takkan berhenti memerangi rakyat Palestina hingga tak tersisa satu pun di tanah suci kaum Muslimin tersebut. Dalam Al-Qur’an pun sudah jelas disebutkan bahwa mereka, kaum Yahudi tak kan berhenti memerangi kaum Muslimin hingga mereka menjadi pengikutnya. Begitulah sunnatullahnya, yang akan terus berlangsung hingga kiamat datang.

Untuk saudara-saudaraku di Palestina yang tetap gigih mempertahankan tanah suci Yerusalem, yang tetap gigih melindungi Masjidil Aqsa, yang tanpa lelah memerangi pejajahan kaum Yahudi Israel, yang senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber kekuatan, yang menjadikan do’a dan dzikir sebagai amunisi, yang menjadikan keimanan sebagai tameng, yang menjadikan takbir sebagai pedang…. Janganlah kalian bersedih, janganlah kalian berputus asa… Sesungguhnya Allah akan selalu bersama kalian… dan apalah yang harus ditakutkan kalau Allah bersama kita? Laa tahzan innallaha ma’ana…

ISLAM NEVER DIE!!!


Kamis, 22 Jan 2009 (20:44)

Sunday, January 18, 2009

WE WILL NOT GO DOWN

(Song for Gaza)
(Composed by Michael Heart)
Copyright 2009
A blinding flash of white light
Lit up the sky over Gaza tonight
People running for cover
Not knowing whether they’re dead or alive
They came with their tanks and their planes
With ravaging fiery flames
And nothing remains
Just a voice rising up in the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight
Women and children alike
Murdered and massacred night after night
While the so-called leaders of countries afar
Debated on who’s wrong or right
But their powerless words were in vain
And the bombs fell down like acid rain
But through the tears and the blood and the pain
You can still hear that voice through the smoky haze
We will not go down
In the night, without a fight
You can burn up our mosques and our homes and our schools
But our spirit will never die
We will not go down
In Gaza tonight



All Music and Content Copyrighted. All rights reserved. © 2009

Saat Harus Memilih

“Mbak nggak bisa kasih keputusan, semua ada di tanganmu. Mbak cuma bisa bantu mengarahkan…” kata mbakku. “Sekarang, coba kamu pertimbangkan lagi dengan matang. Pertimbangankan semuanya. Pikirkan kembali, manakah yang lebih prioritas, lahan mana yang lebih membutuhkanmu. Tulis, jabarkan dalam sebuah tulisan. Tulisan itu, insya Allah akan membantu menjawab kebingunganmu. Dan nantinya, kalau sudah selesai, kamu bisa berikan tulisan itu pada Mbak, insya Allah Mbak bantu mengarahkan.”

Ah, dilema… saat harus memilih satu di antara dua pilihan. Pilihan yang sama-sama berat, yang tidak bisa diputuskan dengan sekejap mata. Penuh pertimbangan.

Ah, dilema… keadaan yang sangat tidak aku sukai. Namun pastilah akan selalu dialami oleh anak Adam, karena itu memang merupakan sunnnatullah.

Ah, dilema… aku tak suka ini. Namun mau tak mau harus tetap ada pilihan. Tidak bisa tidak, harus!! Karena memang harus ada prioritas amanah.

Telah lama aku terlibat dalam konflik batin. Memang salahku sendiri sih, dulu secara iseng aku menceburkan diri dalam sebuah lahan baru yang menyebabkan aku kini terjebak di dalamnya. Yah, akhirnya aku pun terjebak dalam dualisme amanah.

Sebenarnya bukan masalah ketika kita mempunyai dua amanah, bahkan tak jarang orang-orang tangguh yang mempunyai amanah yang lebih dari tiga. Namun biar bagaimanapun, sebanyak apapun amanah yang kita punyai, haruslah tetap ada prioritas.

Ah Rabbi, aku bingung… aku bingung dengan apa yang harus kupilih. Sebenarnya dulu telah ada keputusan, namun karena suatu hal, mau tak mau aku harus kembali berpikir.

Ah, sampai kapankah akan beginin terus? Mereka menunggu keputusanku. Dan aku sendiri pun juga tak mau terus-terusan begini. Batinku tersiksa. Energiku telah banyak tersita memikirkan hal ini. Cukup sudah!! Aku harus segera membuat keputusan. Segera, namun penuh pertimbangan. Bantulah aku, Rabbi.. bantulah aku membuat keputusan, keputusan yang terbaik insya Allah. Keputusan yang tidak akan menyakiti pihak manapun. Pilihkan aku yang terbaik, dimanapun itu. Aku yakin dengan keputusanMu, karena hanya Engkaulah yang Maha Mengetahui, mana yang terbaik untuk hamba-hambaMu. Pilihkan aku tempat untuk aku bisa semakin mencintaiMu.

Semoga Allah memudahkan langkah ini. Amin..

Ahad, 17 Jan 2009 (15:29)
Saat aku harus menunaikan shalat istikhoroh

Monday, December 15, 2008

'Cuti' Lagi...

Lama....

Entah ini yang ke berapa kalinya aku kembali mengalami fase 'cuti' menulis. Bukan karena tak ada ide. Kalau masalah ini, alhamdulillah ide terus mengalir. Namun sayang, banyaknya ide yang makin lama makin memenuhi volume otakku tidak diimbangi dengan 'kesempatan' atau waktu yang ada untukku menuangkan ide-ide ini. Duh... 

Tuesday, December 2, 2008

Salahkah aku?

Salahkah jika aku tidak mau orang lain tau siapa dan dari mana aku?

Salahkah jika aku selalu 'berpura-pura' netral?

Salahkah jika aku begini..??


SALAHLAH PEMIKIRANKU INI??

HARUSKAH AKU SEGERA MENGAKUI SIAPA AKU??

----

(Aku...

aku tak ingin orang memandang siapa dan darimana aku...

itu sangat tidak nyaman!!! aku merasa terkungkung dan terikat.. ak merasa tidak bebas!!

dan memang tak semua orang harus tau kan??

aku lebih suka jika orang melihat bagaimana aku...

melihat aku dari akhlakku.. bukan dari label yang telah menancap padaku!!!)

utakk atikkkk



Beberapa waktu yang lalu aku kangen membuka binderku sejak zaman aku SMP dulu trus aku menemukan coret-coretanku zaman kanak-kanak (waktu SMA maksudnya...) hehe...


Duh, aku masih bisa bikin kayak ginian lagi gak ya sekarang?? huikss...hehe, emang sih nggak bagus-bagus amat (maklum masih amatiran), tapi setidaknya aku yang dulu lebih hebat kali ya??hehe
Betewe ada yang bisa nebak gak tu bacanya apa??

Kuku panjang


“Mbak, boleh gak sih punya kuku panjang?” tanya seorang adikku.

“Hm...” aku tersenyum mendengar pertanyaan itu.

“Iya mbak, aku juga pernah dengar katanya gak boleh lho!” ujar adikku yang lain.

“Oh ya?” tanyaku.

“Iya mbak.. katanya tuh nanti di akhirat, kuku-kuku itu bakal mencakari wajah kita. Hiiyy... Bener ya Mbak?” jelasnya.

“Iya Mbak, gimana?” tanya yang lain panik.

“Hm, memang benar..” aku pun mulai menanggapi, “aku juga pernah dengar begitu. Aku agak lupa sih. Tapi yang jelas, beberapa waktu yang lalu aku kebetulan membaca buku tentang Fiqih Wanita. Nah kalau nggak salah, di dalam buku itu dijelaskan bahwa mempunyai kuku yang panjang itu tidak dianjurkan. Kenapa? Itu karena kuku panjang itu identik dengan kotor. Iya nggak? Hm, mungkin ada sih sebagian yang berdalih bahwa kuku panjang bisa tetap bersih kok dengan perawatan, medicure, pedicure, de-el-el. Tapi apakah itu bisa menjamin bahwa tidak ada satupun kotoran yang terselip di antara kuku-kuku kita?”

“Hm..” lanjutku, “mata kita memiliki keterbatasan. Ia tidak bisa melihat kotoran-kotoran berukuran mikro yang menempel di sela-sela kuku. Nah kan sayang tuh. Kita udah susah payah beribadah, shalat fardhu dilengkapi dengan shalat-shalat rawatibnya, lalu shalat sunnah Dhuha maupun Lail, tapi ternyata nggak diterima sama Allah hanya gara-gara ada kotoran najis yang menempel di tubuh kita. Na’udzubillah kan??”
“Jadi nggak boleh ya mbak manjangin kuku?”

“Hehe, bukannya nggak boleh, tapi tidak dianjurkan,” jelasku, “sebetulnya kalian nggak usah tanya boleh apa nggak. Dari penjelasanku tadi seharusnya kalian sudah bisa menyimpulkan sendiri kan? Dalam Islam, kebersihan adalah sebagian dari iman. Jadi ketika kita bisa menerapkan kebersihan, baik itu kebersihan lingkungan maupun kebersihan pribadi, insyaAllah akan ada manfaat yang luar biasa. Yakinkan diri kalian, bahwa keimanan kita pada Sang Khalik pasti akan membawa kebaikan.”

“Keindahan yang sesungguhnya bukan terletak pada seberapa panjang dan lancip kuku kita. Tapi keindahan adalah sesuatu yang muncul dari kebersihan. Jadi, jagalah selalu kebersihan kuku dan juga seluruh tubuh ini dengan sebaik-baiknya. Karena bersih itu indah. Karena kebersihan itu sebagian dari iman.”
Wallahu ‘alam bi showab.


27 November 2008 (21:16)

Thursday, November 27, 2008

Surat Cinta di Penghujung SPUTNIK 2007


Beberapa waktu yang lalu aku membuka-buka kembali setumpuk atribut SPUTNIK, Ospek Fakultas Teknik 2007 saat aku diterima menjadi MABA di tahun itu. Kemudian mataku menangkap secarik kertas kecil berbingkai pink-ungu-biru yang membawa anganku kembali ke masa-masa indah SPUTNIK dahulu. Yah, itulah surat cinta yang diberikan oleh kakak-kakak pemandu rangerku, Ariane, di penghujung penutupan SPUTNIK 2007.

----



Teruntuk adek2ku cendekiawan muda, calon2 engineer,

Pembaharu bangsa, penyalur aspirasi rakyat, calon2 pemimpin bangsa.

In memorian………….

Ranger Ariane (memang tiada duanya!!!)

Kita pernah sana sama belajar.

Kita pernah sama sama sedih. Kita juga pernah sama sama ceria. Kita pernah sama sama berjuang melawan ego kita masing masing. Tapi kita juga pernah saling berbagi.

Ada egois, ada pesimis ada juga optimis.

Semua itu hanya kepingan kecil dari apa yang terjadi dalam hidup ini. Perjuangan masih panjang teman….


Teman, layang layang dimainkan dengan tegak, bukan dengan menunduk

Layang layang diterbangkan bukan dengan wajah ke bawah

tapi dengan menatapnya ke angkasa

Teman, jangan pernah berhenti mengepakkan sayapmu

biarkan cobaan dan ujian membuatmu kuat

biarkan dahsyatnya badai membuatmu tangguh

biarkan jiwa jiwa sabar membuatmu semakin gesit

Masih ada berjuta daun harapan yang menanti kita pungut

Masih banyak daun daun impian berserakkan yang menunggu kita rajut

Percayalah, akan selalu ada “petunjuk” dalam setiap langkah kita

menapaki hidup ini

Cari, gali dan temukan petunjuk itu, sebab saat kita percaya

maka “petunjuk” itu akan datang tanpa disangka sangka


With love Pemandu Ariane

----


_Suatu hari saat kumerindu masa itu...

Rumah yang Sering Didatangi Malaikat

“Tadi Anda menjelaskan tentang kaitannya ilmu dengan agama, yaitu bagaimana kita sebagai seorang calon insinyur (baca: arsitek) bisa mengaplikasikan ilmu yang kita pelajari berlandaskan agama. Nah yang ingin saya tanyakan, ehm...sebetulnya agak menyimpang sih, saya hanya ingin menanyakan bagaimana sih sebenarnya rumah yang Islami? Ehm.. rumah yang sering didatangi malaikat? ” tanya seorang temanku. “Nah, kaitannya kita sebagai seorang arsitek yang nantinya bakal mendesain rumah... Hm, ciri-ciri rumah yang sering didatangi malaikat itu rumah yang seperti apa ya? Terima kasih,” lanjutnya menanggapi paper ‘Kaitan Aqidah dan Akhlak dengan Ilmu’ yang aku paparkan beberapa menit yang lalu.


“Sebelumnya terima kasih atas pertanyaannya,” jawabku tersenyum. “Kalau menurut saya, rumah yang Islami adalah bukan tergantung seperti apa bentuk ataupun desainnya. Bukan pula tergantung pada besar tidaknya rumah tersebut, atau seberapa mahal bahan bangunannya. Tapi, rumah yang Islami, rumah yang sering datangi malaikat adalah rumah yang penghuninya adalah orang-orang yang sholeh. Mereka yang rajin mendirikan shalat, melantunkan ayat-ayat suci Al Qur’an, mereka yang saling berkasih sayang antar penghuninya. Mau semahal apapun sebuah rumah, mau kayak istana yang terbuat dari emas permata, kalau keluarga yang menghuninya tidak harmonis, tidak pernah shalat, mengaji... tidak akan ada gunanya. Walau terbuat dari gedhek beratapkan ijuk sekalipun, jika penghuninya adalah ahlul ibadah, itu jauh lebih baik.”


“Jadi sekali lagi, rumah yang sering didatangi malaikat bukan berdasarkan seperti apa desainnya. Rumah yang sering didatangi malaikat adalah rumah yang penghuninya senantiasa beribadah dan memujaNya. Demikian penjelasan dari saya. Apa ada sanggahan?” lanjutku.


“Tidak, terima kasih,” jawab sang penanya.


Diskusi pun dilanjutkan dengan tema dan pertanyaan yang berbeda-beda. Kemudian di akhir diskusi, sang dosen menanggapi.

“Rumah dibangun untuk mendukung keharmonisan antar anggota keluarga dan juga keharmonisan dengan Sang Maha Pencipta. Itulah rumah yang sering didatangi malaikat, rumah yang insya Allah dilimpahi keberkahan oleh Allah SWT,” jelas beliau.


Sebetulnya, bangunan yang paling susah dan rumit bukanlah Rumah Sakit, Mall, ataupun kantor. Tapi bangunan yang paling susah adalah rumah tinggal. Mengapa? Itu karena rumah tinggal bukan hanya berfungsi sebagai tempat untuk berteduh para penghuninya, tapi lebih dari itu. Rumah tinggal, dalam konteks Islam, merupakan tempat berkumpulnya keluarga, tempat berkasih-kasihan di antara mereka. Sebagai tempat menjalin kedekatan di antara mereka, membangun keluarga yang sakinah ma waddah wa rahmah (keluarga yang penuh kedamaian, kebahagiaan, dan kerahmatan). Saat ini banyak orang yang menganggap rumah sekadar sebagai tempat istirahat. Pagi-pagi sekali sudah berangkat ke kantor atau kampus. Baru pulang kembali ke rumah dalam keadaan lelah pada malam hari. Saking lelahnya, kadang tidak sempat bertegur sapa atau bahkan bertemu dengan anggota keluarganya yang lain. Sepenting apakah kuliah, rapat, mencari nafkah atau bahkan pengajian sekalipun hingga mengorbankan kedekatan dengan keluarga? Sungguh miris.


Selain itu, rumah yang digunakan untuk kebaikan akan selalu memancarkan cahaya. Rumah yang sering dipakai untuk pengajian misalnya, insya Allah akan mengundang malaikat untuk menemani para penghuninya. Malaikat akan dengan suka rela mendoakan para penghuninya.

Dan semoga kita juga begitu. Amin.


Jum’at, 21 November 2008

- usai kuliah agama-

Road to Desain Puskesmas I

Sret.. srett… (nyoret..)

Nyut.. nyutt… (nyetip..)

Srett,,, srett….. (nyoret…)

Nyutt… nyuttt.. (nyetip…)

“Ah desainnya kok nggak jadi-jadi sih..” keluhku. Sudah sejak berminggu-minggu yang lalu, kurang lebih sebulan lah, desain Puskesmas Tegalrejo untuk tugas Studio-3, belum jadi juga.

“Huh, pusing…”

“Gak ada ide nih”

“Stress…”

“Capek..”

“Ngantukk… nggak kuat..”

Itulah sedikit banyak keluhan yang keluar dari mulutku di sela-sela menggarap studio. Tapi bener deh. Udah berminggu-minggu desain fix-nya belum jadi juga. Bentukan massanya aneh banget, jadi mau nggak mau harus diubah lagi, maklum, belum di-acc sama dosennya. Dan parahnya lagi, zoning dan denah penempatan ruangnya kacau berat! Nggak banget deh!! Cuma kayak asal templok aja. Emangnya puzzle, Dwin??

Duh, beneran nih! Kenapa belum juga ada ide yang keluar ya ?? Ku harus nunggu sampai kapan?? (Dan sampai kapan kamu akan berdiam diri terus, Dwin??) Huhuhhuuu… somebody give me inspiration, please…

“Gimana mbak?” tanya dosenku.

“Hm, bingung Pak.. “ jawabku menghela napas.

“Wah lha piye? Besok Selasa udah harus jadi lho. Nanti asistensi satu persatu sama saya”.

“Iya Pak…. (Oh my God..T.T)”

Piye ki.. Ya Allah bantulah daku…

(to be continued..)

Kamis, 20 November 2008

Usai studio-3,,,

Thursday, November 20, 2008

Tips Biar Nggak Ngantuk

Sering merasa lelah pas kuliah? Atau bahkan ngantuk hingga tertidur saat dosen menerangkan kuliahnya? Pasti itu merupakan hal yang tak asing lagi bagi kebanyakan dari kita. Hm, ada apa ya? Nah, kebetulan nih aku habis bedah buku “SUPER HEALTH Gaya Hidup Sehat Rasulullah” karya Egha Zainur Ramadhani. Entah di halaman berapa, ada tips buat kita-kita yang sering merasa ngantuk saat kuliah atau beraktivitas lainnya di siang hari. Mau tau? Nih aku kasih sedikit ilustrasi. Simak deh!


1. Segeralah bangun begitu mata sudah terbuka. Jangan turuti keinginan untuk tidur kembali, meskipun masih merasa ngantuk. Buka matamu, angkat kepala dan tubuhmu dari atas tempat tidur.
2. Begitu bangun, segeralah mengambil air wudhu untuk menyegarkan wajahmu. Lebih baik lagi kalau dilanjutkan dengan mandi pagi, biar lebih segar! Selain itu, mandi pagi baik untuk kesehatanmu.
3. Di pagi hari, kalau kamu ngantuk, jangan tidur lagi deh! Tapi cobalah untuk rehat dengan duduk atau berdiri, sambil menghirup napas dalam-dalam beberapa kali. Kemudian lanjutkan dengan tilawah Al Qur’an. Oiya, sebagai catatan, saat rehat jangan sambil bersandar ya, karena itu justru akan membuatmu merasa ngantuk.
4. Kondisikan lingkungan di sekelilingmu menjadi terang.
5. Ciumlah wewangian untuk membuatmu merasa lebih segar, dan cobalah mendengarkan suara-suara, misalnya sambil mendengarkan murottal.
6. Jangan minum kopi atau minuman sejenisnya, karena minuman seperti itu tidak melatih dan juga bisa menimbulkan ketergantungan.

Nah begitulah sedikit banyak tips yang aku baca dari buku itu. Bisa dicoba tuh! Siapa tahu berhasil! Hehe.. selamat mencoba yaa... ^;^

Rabu, 19 Nov 2008 (19:30)

Mata Yang Begitu Berharga

Akhir-akhir ini aku mulai merasa mataku (lagi-lagi) kumat. Minusnya nambah. Trus kemarin abis minum kopi, mataku mulai ‘cekot-cekot’. Pulang kuliah kemarin juga gitu. Kebetulan waktu itu pulang siang, pas lagi panas-panasnya tuh, pokoknya matahari lagi terik-teriknya. Silau banget. Ternyata mataku nggak kuat. Rasanya perih banget seperti ditusuk-tusuk, jadi merem melek gitu. Tapi alhamdulillah aku selamat juga sampai rumah. Belum lagi beberapa waktu yang lalu juga tuh, beberapa kali pas hujan deres banget, mataku kemasukan air. Gak tahan! Kedip-kedip mulu. Jadi pingin merem terus. Ya udah tawakal aja, mudah-mudahan aja nggak nabrak, gitu pikirku. Pernah juga tuh pas hujan deres, pas malem-malem lagi. Udah merem melek, trus mataku kalo malem emang rada ra cetho ngono. Ha...lha piye donk?? Bismillah aja deh. Hehe...

Wah, aku baru inget. Udah bertahun-tahun aku nggak kontrol mata. Padahal mataku kan rada sensitif gitu. Perlu penanganan ekstra, hehe... Trus kapan ya aku kontrol mata? Dari dulu selalu aja ada alasan menunda-nunda kontrol, ampe bertahun-tahun coba??? Duh Dwin, mata adalah amanah Allah. Bersyukur punya mata, meskipun rada bermasalah gitu, tapi kan masih normal. Kalo matamu nggak dirawat gimana jadinya Dwin? Ingat, betapa berharganya mata yang kamu punya. Udah berapa banyak manfaat yang kamu dapat, udah berapa banyak kemudahan, dan udah berapa banyak kebaikan yang kamu dapat dengan matamu itu? Mungkin sekarang kamu bisa mengganggap itu sepele. Tapi...?? Sungguh, kesehatan jasmani dan kesempurnaan kerja alat-alat tubuh kita adalah nikmatNya yang amat luar biasa. Tak akan ada yang bisa mengganti ‘onderdil’nya barang satupun. Karena semua onderdilnya yang paling sempurna adalah dari pabriknya yaitu dari Allah.
Ya udah buruan Dwin, ke dokter. Kontrol mata. Mahal? Emang mahal, tapi mau gimana lagi? Daripada sakit? Kan lebih mahal lagi. Ayo, tunggu apalagi. Kalo diundur-undur ntar gak sempet lagi. Ayo...

_19 Nov 2008 (19:04)_
Saat ku belum juga ke dokter mata

Wednesday, November 19, 2008

teringat temanku

Aku tak tahu apa yang sedang kupikirkan hingga tiba-tiba kuteringat salah seorang temanku. Salah seorang teman yang pernah cukup dekat denganku. Tapi kini entah bagaimana kabarnya. Aku tidak tahu. Bukannya tidak bisa menanyakan kabarnya. Tapi entah mengapa hati ini merasa berat untuk sekadar mengetik SMS, mengirim comment atau apalah.

Aku tak tahu Tuhan. Aku tak tahu ada apa dengan diriku. Apakah aku takut? Takut pada siapa? Takut pada dia? Tapi kenapa? Apakah karena kami berbeda? BODOH!! Apa yang kamu pikirkan Na?? Tapi sungguh, Rabbi...

Aku sedih. Tak tahu sedih kenapa. Sedih dengan keadaan ini? Mungkin. Setiap kali kuteringat padanya, aku ingin sekali menangis. Menangis menumpahkan kepenatan hati.

Ah, apa sih yang sebenarnya kuinginkan? Inginkah aku, dia kembali seperti dulu? Tidak. Itu sungguh egois. Aku tidak boleh begitu. Aku, hanya bisa mendoakan yang terbaik untuknya. Apapun itu. Meski kami tak bisa lagi seperti dulu.

Maafkan aku Rabbi. Maafkan aku teman. Sungguh aku terlalu egois menjadi temanmu. Semoga kau selalu dilindungi dan dirahmati oleh Allah. Dan semoga suatu saat nanti, jika Allah mengizinkan, kita bisa berjumpa kembali dalam keadaan yang lebih baik. Amin


__19 Nov 2008 (10:09)__
Aku yang selalu mengharapkan bimbinganNYA

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...

(Puji syukur kehadirat Allah yang masih memberikan nikmat iman dan Islam pada diri ini..)

Selamat datang di blogku yang mungkin hanya berisi secuil pemikiran dan ungkapan isi hati...

Sungguh, kebenaran datangnya hanya dari Allah. Adapun kesalahan datangnya murni dari diri ini. Untuk itu mohon masukan, kritik, dan sarannya serta mohon dimaafkan atas segala kesalahan. Terima kasih. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat dan membawa berkah. Amin

(Mulakanlah dengan membaca Basmalah.... dan akhirilah dengan Hamdalah..)