Kita adalah manusia, ciptaan-Nya yang paling sempurna di antara makhluk yang lain. Tapi apakah yang sudah kita lakukan sebagai makhluk-Nya? Kita diciptakan di bumi ini bukan hanya sekedar "pemanis". Kita adalah KHALIFATULLAH! Lantas sudahkah kita menjalankan amanah suci ini? Selamat berjuang, Allah yubarik fik!
Cari memberi label blog kita yang udah terlanjur diposting (blogger ; Bahasa Indonesia) 1. Klik 'perancangan' pada navbar 2. Pilih 'posting' --> edit entri 3. Berikan tanda 'check' (alias centang) pada checkbox di sebelah kiri postingan kamu yang akan kamu jadikan satu kategori/label 4. Selanjutnya klik 'aksi label' --> 'terapkan label' --> 'label baru' 5. Beri nama label sesuai dengan yang kamu inginkan 6. Ulangi langkah 3 untuk membuat label-label baru
Hari ini aku lebih memilih untuk duduk diam di rumah menyelesaikan semua tugas-tugas yang memang harus aku selesaikan. Sambil membereskan activation code AutoCAD 2010 milikku yang hingga kini masih expired, aku pun menyambi untuk menengok blogku. Mengutak-atik blog, mengubah dan menambah tatanannya, asik juga ternyata.
Ada salah satu gadget baru yang ingin kutambahi di blog, yaitu "label". Selama ini, tidak ada satupun tulisan di blog yang aku beri label.. yah, mau gimana lagi, habisnya bingung mengkategorikannya! Nah makanya, hari ini aku 'iseng' mengkategorikan tulisan-tulisanku.
Tapi eh dasarnya emang gaptek, dan emang belum pernah nyobain pake label, edit sana sini dengan instingku (maklum lebih percaya insting daripada petunjuk :P).. akhirnya sempet ada salah satu tulisan lamaku yang kehapus.. Haduuuh, Na.. kamu gimana sih? Niatnya tuh tadi mengedit label yang salah, eh taunya malah tulisannya yang terhapus.. duh, duh.. Tak apalah biarlah itu menjadi pengalaman :D
Nah tulisan yang terhapus tadi akan aku re-post nanti, oke.. ^^ Judulnya "LUKA HATI" Selamat membaca!
Begadangan bagi sebagian orang mungkin merupakan sesuatu yang biasa dan bahkan menjadi habit alias kebiasaan. Namun tahukah anda bahwa begadang atau melek hingga tengah malam bahkan hingga dini hari, merupakan suatu pola hidup yang tidak baik? Mengapa tidak baik? Tentu saja hal itu merusak kesehatan. Tubuh kita telah terpola bekerja pada siang hari, dan beristirahat pada malam hari. Layaknya sebuah mesin, tubuh perlu istirahat yang cukup setelah bekerja keras. Pun dari sudut pandang Al Qur’an disebutkan bahwa “Dan Kami jadikan tidurmu untuk istirahat. Dan Kami jadikan malam sebagai pakaian(1546). Dan Kami jadikan siang untuk mencari penghidupan.” (QS. An Naba’ : 9-11)
(1546)Malam itu disebut sebagai pakaian karena gelapnya malam menutupi jagat layaknya pakaian menutupi tubuh manusia.
Dari ayat di atas, kita bisa simpulkan bahwa Allah memang menciptakan malamNYA sebagai selimut pelindung bagi manusia untuk beristirahat setelah seharian mencari penghidupan pada siang harinya. Jadi kalau saya pribadi boleh berpendapat, begadang itu ‘menyalahi’ ketentuan yang sudah diatur Allah kan? Bukan dosa juga sih, boleh aja, tapi enggak baik.. Terkecuali bagi mereka yang memang mencari penghidupan di malam hari, misalnya satpam.
Kalaupun mau melek malam, lebih baik tidur dulu baru nanti bangun pada sepertiga malam. Yang tadinya mubah menjadi sesuatu yang insya Allah berpahala kan? Kok berpahala? Ya tentu saja kalau diniatkan bangun malam untuk beribadah, bermunajat kepada Allah dan lebih bagus lagi dilanjutkan dengan menuntut ilmu. Menurut ilmu kesehatan, belajar di pagi hari sangat bagus dan efektif. Mengapa begitu? Di pagi hari, pikiran kita masih jernih dan fresh, sehingga apa yang kita pelajari akan lebih banyak yang masuk ke otak kita.
---
Nah, aku mau curhat nih..
Aku adalah orang yang jarang begadang, tidur malam maksimal jam 22.00 atau normalnya jam 21.00 lah.. Kalaupun harus, aku melakukannya jika tugas kuliah sedang menggunung, ataupun ketika keasyikan online. Itupun jarang-jarang.
Namun, sekitar dua minggu ini aku hampir selalu tidur menjelang jam 00.00 bahkan hingga dini hari. Awalnya aku tidak menyadari keanehan tersebut (tentu saja kusebut ‘aneh’ karena aku memang tidak ingin mengakrabkan diri dengan hal yang namanya begadang). Ya, selama dua minggu ini aku tidak menyadarinya, hingga pada suatu hari aku tersentil oleh suatu obrolan dengan temanku.
Jum’at, 24 September 2010
Malam itu aku yang berniat tidur cepat, tergoda untuk menyalakan laptop dan menyambungkannya dengan internet. Bukan sekedar iseng sebenarnya, aku sudah janjian dengan beberapa teman untuk melakukan diskusi alias rapat via conference-nya YM.
Rapat berjalan cukup seru, geje, dan menantang (?) hingga akhirnya terpaksa harus diakhiri pada pukul 22.00 karena salah satu dari kami memutuskan mundur, menyerah pada kantuk yang sudah menyerangnya. Selesai rapat, aku yang sebenarnya juga ingin tidur secara badan juga udah pegal-pegal, malah mencari-cari kesibukan yang lain. Alhasil, jadilah aku makhluk geje di dunia maya, entah itu yang menggila di FB hingga ngisengin teman-teman di YM.
Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00 WIB lebih dan aku masih saja asyik chat dengan beberapa orang. Salah satunya adalah orang yang ingin aku ceritakan di sini. Sebut sajalah namanya Bunga, adik tingkatku di kampus, yang mengaku-ngaku dirinya ganteng (what??). Malam itu, kami yang memang jarang bertemu di dunia nyata, serasa nostalgia setelah lama tak berjumpa bahkan di dunia maya (nostalgia apanya, ngaco ah!). Banyak hal yang kami obrolkan, mulai dari yang super geje hingga yang super serius, kebayang gak tuh??
Malam semakin larut dan di tengah-tengah obrolan kami, si Bunga tiba-tiba nyeletuk :
“Mbak, udah malem kok belum tidur, kita sekarang WIB-nya sama lho.. “
*WIB sama yang dimaksud, si Bunga membandingkan dengan chatting kami yang sebelumnya. Ketika itu Bunga sedang berada di Kalimantan dan aku di Yogya, dimana saat itu waktu di Yogya menunjukkan pukul 00.00 sementara di tempat Bunga sudah pukul 01.00.. (makanya si Bunga muring-muring ketika itu, kasian!)
“Dulu katanya nggak boleh begadang mbak? Soalnya begadang merusak kesehatan.. bla bla bla.. “ Bunga mulai menceramahiku dengan kata-kata yang dulu aku gunakan untuk menceramahi Bunga yang memang hobi begadang. Persis!
“Senjata makan tuan nih!” timpalku muring-muring. Nih anak kecil berani bener nyeramahin orang tua. Weits, sapa yang orang tua..? Saya kan masih mudaaaa.. hhoho..
Layaknya ikan yang nyangkut di kailnya pak nelayan, aku pun terpancing untuk curhat (curcol nih!). Dan layaknya naruto, kyuubi yang bersemayam dalam jiwaku bangkit oleh ceramah si Bunga (eh nggak nyambung si sebetulnya, maksudnya aku mau bilang kalau perkataan Bunga menyadarkan aku akan sesuatu yang selama ini aku cuekin).
“Eh aku baru sadar, minggu-minggu ini kok aku tidur malem terus ya? Padahal aku jarang-jarang lho begadangan. Kalau yang biasanya aku tidur jam sembilanan atau jam sepuluhan, nah belakangan aku selalu tidur menjelang jam dua belasan, bahkan lebih.. duh kenapa ya?”
Dasarnya emang curhat, aku mulai nerocos nggak jelas, gak berhenti-henti mengetikkan kata demi kata, kalimat demi kalimat di keyboard laptopku. Kali si Bunga langsung toeng-toeng baca curhatan aku, ah bodo amat! Hahaha..
Setelah ‘pancingan’ itu, kami mulai sedikit ngobrol serius. Aku pun mulai introspeksi dan jujur bingung serta kaget, ‘Aku kenapa sih?’. Dari situ, sedikit demi sedikit aku mulai menyadari kesia-siaan yang telah kulakukan belakangan ini. Waktu istirahat malah kugunakan untuk main-main, waktu yang sangat berharga itu malah terbuang percuma. Mubadzir orang bilang.
Dan kalau aku boleh bertanya pada diriku, ‘Apakah aku merasa nyaman?’. Jujur, TIDAK. Baik itu dari segi fisik maupun batin. Meski aku terlihat begitu betah dan eksis online (kata teman-temanku), kurasa semua itu hanyalah penampakan yang semu. Lelah – letih - lesu (lho?), encok - pegel - linu (iklan nih!), ngantuk, capek … itulah yang sebenarnya kurasakan. Disconnect from the internet – shut down my computer – go to sleep!!! That’s what I want to do!! Namun keinginan hanyalah menjadi keinginan, karena ternyata nafsu dan godaannya jauh lebih besar. Yup, godaan untuk tetap melek online jauh lebih besar, mengalahkan rasa kantuk dan capek yang menderaku. Dan hal itu itu tidak membuatku nyaman. Hal itu kusadari belakangan mengganggu pikiranku, mengosongkan jiwaku (?), terlebih lagi menumpulkan pikiran dan hati.. astahgfirullah.. Wajar saja, kita semua juga tahu, perbuatan foya-foya akan dapat mengeraskan hati dan menumpulkan ketajaman pikiran. Perbuatan foya-foya memang terasa senang di awal, yah benar, memang MENYENANGKAN. Namun jika kita tanyakan pada diri sendiri, aku yakin pasti hati kecil kita TIDAK AKAN MERASA BAHAGIA!! Yakin deh, nggak usah menyangkal, memang begitulah adanya. Sekali lagi, kalau aku boleh jujur, terkadang kalau kebanyakan online ataupun bergeje entah itu bergeje di internet maupun SMS (short message service), jiwaku ngedrop – menurunkan mood dan semangatku.
Yah, itulah sepenggal curhatan tentang sebuah kenyataan yang benar-benar terjadi. Sepenggal rasa yang menjadi bagian dari kisah hidupku, yang aku yakin juga dirasakan sebagian orang. Aiiihh.. aku ngomong apa sih, mulai sok puitis.. oke oke gak papa ya pemirsa eh pembaca, berikan kesempatan pada penulis untuk sedikit menggombal.. (eh tapi saya bukan tukang gombal lho!hoho)
Ya sudah, daripada ngelantur kemana-mana, sudahlah aku cukupkan sekian saja. Pingin sih nulis banyak, tapi apa daya, ide sudah mandeg nih.. Jadi mungkin hanya sedikit ini yang bisa aku bagi alias share, silakan diambil hikmahnya sendiri-sendiri. Dan semoga tulisan ini menjadi inspirasi bagi diriku untuk semakin memperbaiki diri, dan juga bagi para pembaca semuanyaaa…. Amin
Senin, 27 September 2010
Saat menjadi penunggu RS
NB : Yang kumaksud buruk di sini bukan perbuatan online-nya. Karena sebenarnya yang bermasalah adalah perbuatan yang menungganginya, yaitu senda gurau. Jadi yang bikin ngedrop adalah online yang terlalu banyak senda gurau di dalamnya. Kenapa senda gurau? Karena senda gurau yang berlebihan akan mengeraskan hati. Kalau online untuk belajar dan mencari informasi sih insya Allah nggak masalah. Tapi hati-hati, segala sesuatu yang berlebihan itu nggak baik. Waspadalah!!
KKN-PPM UGM 2010 Unit 86.Saparatos! Penuh dengan kisah, cerita, suka, dan duka..
Banyak yang pingin aku tulis tentang KKN-ku kemarin yang penuh kenangan itu.. tapi belum sempet nih.. padahal, andai bisa aku ungkapkan semua lewat tulisan,bisa jadi sepuluh novel tuh!! hohoh..berlebihan sekali ah!
Tapi, tapi,.. aku pingin banget berbagi cerita tentang KKN-ku.. insya Allah ntar deh kapan-kapan.. mudah-mudahan ada waktu.. :)
Malam itu, badanku capek banget. Rasa-rasanya pengen cepet tidur. Segera saja kurebahkan tubuhku di atas kasur. Namun tak lama setelah aku coba memejamkan kedua mata, handphoneku bergetar. Rupanya ada sms.
“Meyna,” bunyi sms itu. Singkat padat dan nggak jelas. Sms itu datang dari salah seorang teman yang tidak perlu aku sebutkan namanya. Aku yang sebenarnya ingin mengabaikan sms itu, tergelitik untuk membalas pesan tersebut, hingga akhirnya hilang rasa kantukku. Segera kubalas mengetik nama temanku itu.
Tak lama berselang, datang balasan darinya. “Pacar penting ga?” what?? Apa-apaan ini, kenapa dia tiba-tiba bertanya seperti itu, pikirku. “Kenapa tiba-tiba tanya begitu?” balasku heran. “Pingin tau aja.” “Kalau aku tidak mengenal istilah pacar,” tegasku. “Jadi?” “Yakin kamu mau tahu?” balasku meyakinkan. “Iya.” “Dalam Islam nggak ada istilah pacaran.. bahkan hubungan antara pria dan wanita dibatasi.. demi menjaga kesucian dan kemuliaan.. insya Allah aku memegang prinsip itu.. “ balasku mulai serius.
Lama berselang, temanku belum merespon. Rasa kantukku mulai datang lagi. Perlahan aku coba memejamkan mata kembali. Namun tiba-tiba handphoneku kembali bergetar. Rupanya balasan dari temanku yang tadi. Segera kubuka pesan itu agak terburu-buru, penasaran dengan tanggapan dia.
Argghhh!!! Apa-apaan ini?? Balasannya sama sekali nggak mutu.. ughh.. geregetaaann….!! Kirain mau ngajak diskusi atau apa.. taunya aku sedang dijebak.. duh duh…
Oke, tampaknya sms terakhir dari temanku itu perlu disensor deh.. hehe.. Sekian saja curcol-nya.. Terima kasih sudah mau membaca tulisanku..
Epilog Sms terakhir dari temanku : “Jadi, nggak jadi sama --sensor--? Hehe..” Dan balasan terakhirku : “Gubrak.. emang siapa yang mau jadian sama --sensor--?“ Wah, wah temanku ini ngaco banget dah.. ngawur bener.. gubrak banget deh! Tapi gak papa lah.. setidaknya leluconnya malam itu membuatku senyum-senyum geli. Anggap saja sebagai cerita pengantar tidur..
Terkadang kekhawatiran itu muncul karena kau sendiri yang memunculkannya.. Masalah pasti kan selalu ada karena itu adalah sebuah keniscayaan.. Masalah akan selalu datang padamu, tak peduli kau menginginkannya atau tidak.. dan tak pula peduli kau siap atau tidak.. Tak perlulah kau tangisi masalah yang menghantui pikiranmu.. Tak perlu pula kau cerca Tuhan yang kau anggap begitu tega..
Tenanglah.. Semua akan baik-baik saja.. Tidak perlu kau khawatirkan masalah.. Karena kekhawatirkan hanya akan mengecilkan nyalimu.. Tenanglah dan bersemangatlah.. Karena semangatmu lah yang akan membuatmu lebih hebat..
Masalah ada bukan untuk direnungi.. Hadirnya ada bukan untuk kau sesali.. Ia hadir untuk kau cari solusinya.. Ia ada untuk membuat kau lebih HEBAT!! Percayalah pada hatimu, percayalah pada dirimu.. Dan percayalah pada Tuhanmu Karena Tuhanmu tak akan pernah mengecewakanmu Karena Tuhanmu tak akan pernah 'iseng' memberikan beban untuk menghancurkanmu.. Karena Allah tidak akan membebani hambaNYA melebihi kemampuan hambaNYA..
Percayalah dan percayalah.. Hilangkan Kekhawatiran, dan Bersemangatlah!! Kamu pasti bisa!!! :D
Kamis, 1 Juli 2010 H-4 menjelang KKN, Bismillah semoga Allah memudahkan
Sesungguhnya lagu bukanlah sesuatu yang aku suka, apalagi musik.. namun aku terkadang terbawa oleh indahnya lirik, kata-kata yang indah dan bermakna di dalamnya..
Hari ini dan mungkin belakangan ini, ada sebuah lirik lagu yang terus saja terngiang-ngiang di telingaku.. bukan karena aku menyukai musiknya ataupun penyanyi.. aku menyukai cuplikan liriknya..
ku akan menjagamu
di bangun dan tidurmu
di semua mimpi dan nyatamu
ku akan menjagamu
tuk hidup dan matiku
tak ingin, tak ingin kau rapuh
Yap, kau kenal lagu itu? Itu adalah cuplikan lirik lagu grup band Wali, yang berjudul Dik.. entah apa maksud lagu itu bagi penyanyi ataupun pencipta lagunya.. aku tak peduli.. ya, aku hanya peduli pada makna dari liriknya yang bisa kutangkap.. makna yang begitu dalam, membekas di hati..
Cuplikan lirik lagu mengingatkanku pada orang-orang yang aku sayangi.. orang-orang yang ingin selalu aku dekap erat, menjaga mereka dengan segenap jiwa raga ini.. orang-orang yang aku cintai karena Allah.. orang-orang yang teramat berharga bagiku.. sebuah lagu untuk KELUARGAku tercinta..
Ya Allah, semoga Engkau meridhoi cinta kami.. amin..
Ya Allah, aku ingin mereka tahu bahwa aku begitu mencintai mereka.. sangat-sangat cinta.. kalaupun selama ini aku melakukan sesuatu yang mungkin menyakiti hati, itu semata karena aku ingin melindungi mereka..
Aku tak rela, dan tak akan pernah rela setan merebut hati mereka.. bahkan aku pun tak rela setan menyentuh kulit mereka..
(to be continued..)
Thursday, April 15, 2010
Aku harus kembali menulis.. karena menulis itu kebutuhan.. tanpa menulis hidupku hampa.. ayo kembali menulis.. bismillah..
Orang Indonesia itu kalau nonton konser biasanya pada berebut di bangku terdepan untuk biasa menatap lekat-lekat idolanya. Orang Indonesia juga paling hobi berebut antrian. Pokoknya harus paling duluan, di barisan terdepan, jatah paling banyak. Pun juga berlaku saat pemilihan pemimpin. Dimana semua orang dengan sok percaya diri berlomba-lomba mencari kekuasaan sebanyak-banyaknya dan kedudukan setinggi-setingginya, biar mendapat pelayanan seenak-enaknya dan mendapat duit sebanyak-banyaknya. UENAK TENAN!!! Eh tapi kok jarang ya ada orang Indonesia (dalam hal ini mahasiswa) yang berlomba-lomba duduk di bangku terdepan saat kuliah? Boro-boro bangku terdepan, bangku agak depan aja enggan. Kebanyakan justru siap ‘mengalah’ dan mempersilakan temannnya yang lain saja untuk duduk di depan, sementara ia sendiri rela ‘mengalah’ untuk duduk di bangku pualing pewe alias belakang. Jauh dari dosen, lepas dari pandangan dosen... Hm, 99% mahasiswa Indonesia seperti itu nggak si? Jujur aja deh.. Menurutku sih iya.. Hehe..
Kalau boleh mengaku, sebenarnya dulu aku juga seperti itu. Selalu menghindari bangku keramat, alias bangku paling depan. Keki deh duduk di depan dosen, gak bisa ngapa-ngapain. Kalau misalnya ditunjuk terus disuruh jawab pertanyaan ‘n gak bisa jawab kan malu banget. Mau ditaruh dimana nih muka.. (Halah...)
Suatu saat seorang kakak kelasku bercerita dengan miris tentang budaya salah orang Indonesia ini. Dia mengatakan bahwa mahasiswa di luar negeri justru memilih bangku-bangku terdepan. Mengapa? Tentu saja karena ilmu lah tujuan mereka. Bukan cuma sekedar ngabsen atau bukan untuk ngobrol sama temannya. Benar, mereka kuliah untuk menuntut ilmu. Bukan yang lain-lain. Kalau mau ngeceng ya bukan di kelas tempatnya, tuh di jalan raya sana!! (lho..) Bukan juga untuk ngobrol sama temen. Sayang banget gak sih, udah mahal-mahal bayar buat SKS.. eh tapinya di kelas cuma ngobrol aja kerjaannya.
Di lain kesempatan, ada juga temanku yang menceritakan sebuah pengalaman unik. Kasusnya bukan kuliah sih tapi seminar (apapun namanya sama aja, toh sama-sama bertujuan menuntut ilmu kan..??). Nah suatu ketika ada seminar internasional yang mempertemukan mahasiswa-mahasiswa antar negara. Kebetulan temanku yang orang Indonesia ini juga hadir sebagai peserta. Saat seminar sedang berlangsung, temanku dengan ramahnya mengajak kenalan teman sebelahnya yang entah dari negara mana aku lupa. Namun keramahan itu justru dibalas dengan kata-kata yang menusuk, “ Maaf, kenalannya nanti saja. Tolong jangan mengganggu, saya sedang mendengarnya kuliah. Terima kasih.” Ugh ngejleb, malu.. serasa ditimpa batu candi, serasa ditampar ombak laut selatan. Yah begitulah. Ajakan kenalan itu bukannya dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan tapi sebagai sesuatu yang MENGGANGGU!! Bayangkan...
Dari cerita-cerita itu, entah kenapa hatiku mulai tergerak untuk membuat perubahan dan berkomitmen, SELALU BERUSAHA DUDUK DI BANGKU PALING DEPAN DAN MENGHINDARI BANGKU BELAKANG. Alhamdulillah, aku lumayan berhasil menjalaninya. Apabila tak ada halangan yang berarti, insya Allah bangku terdepan adalah pilihanku. Tak peduli ada teman yang duduk di sampingku atau tidak. Bahkan bukan hal aneh jika aku duduk sendirian di bangku depan. Meskipun sejujurnya agak keki juga sih kalau duduk sendirian di depan gitu, hehe.. tapi biarlah, toh bukan sesuatu yang salah kan? Jadi duduk di bangku terdepan adalah tips paling ampuh untuk melatih kita fokus pada perkuliahan dan menghindari obrolan mubazir. Toh ngobrol bisa ditunda nanti kan?
Kalau dirasa-rasa sih, ada kalanya lebih menyenangkan kalau di kanan kiriku tidak ada orang. Rasanya lebih tenang dan bisa fokus menyimak penjelasan dari dosen. Bukan apa-apa sih, tapi dengan budaya orang Indonesia yang masih senang mengobrol kapan pun dan dimanapun, bisa-bisa aku nggak dengerin dosen karena larut dalam obrolan. Yah biar bagaimanapun aku adalah orang Indonesia, jadi biar sedikit, budaya-budaya orang Indonesia masih saja melekat dalam diriku. Apalagi semester ini, sejujurnya aku tak seistiqomah semester-semester sebelumnya. Aku mulai jarang duduk di bangku depan, karena.... (alasan dirahasiakan). Ah kalau bisa aku ingin kembali seperti dulu, duduk di paling depan. Tanpa mengobrol, fokus menyimak dosen...
Yah begitulah, jadi ngomong ngalor ngidul nih. Lama-lama malah curhat nih! Duh.. ya sudah lebih baik kuakhiri dulu. Tapi sebelum diakhiri, aku cuma ingin mengajak teman-teman semua untuk merenungi semua. Terserah teman-teman mau duduk di depan atau tetap memilih duduk di belakang. Semua terserah. Aku hanya menyampaikan saja apa yang menurutku baik. Toh baik menurutku belum tentu baik menurut semua kan? Oke, selamat memilih..
Selasa, 03 November 2009 (06:39) _seseorang yang berusaha menjadi baik_
Well, sudah jelas masa muda yang terbaik adalah ketika kita menjadikan Islam sebagai pegangan dan Allah sebagai tujuan hidup kita. Selamat menikmati masa muda ini...
Tiba-tiba aku teringat pada DVD “Sang Murobbi” yang kubeli dari temanku dengan harga sekian-sekian ribu. Film itu memang sedang popular ketika itu. Film yang kubeli bukan karena penasaran ingin menontonnya (lha wong aku dah nonton bareng sama temenku pas acara regrouping ***), tapi karena permintaan ibuku, “beli aja, ntar nonton bareng-bareng sekeluarga..”. Begitu kata ibu. Meskipun beliau sendiri juga pernah mencuri-curi lihat waktu ada acara *** di rumah. Aduh apaan sih kok dari tadi pake inisial mulu..hhoho..
Nah intinya, setelah memesan DVD tersebut (harus pesan dulu, soalnya barangnya belum ada..^^) dan menunggu cukup lama, aku pun berhasil mendapatkan DVD “Sang Murobbi”. Alhamdulillah…. Kemudian sesampainya di rumah, aku pun nggak sabar untuk pamer sama ibu. Tapi ternyata keduluan sama ibu! Sebelum sempat pamer, ibu udah terlanjur ngeliat DVD yang kutaruh di atas meja belajarku. Hoho ya sudahlah tak apa..
Jah, akhirnya sampai sekarang pun DVD tersebut belum pernah diputer juga. Entah sudah berapa bulan ya?? Pokoknya dah lama buanggggeettt!! Ah, tunggu nasib aja deh, ntar gimana lah.. kita lihat aja nanti. Tapi mudah-mudahan tuh DVD bisa dimanfaatkan biar gak mubadzir. Kita tunggu aja tanggal mainnya… lho?? Hoho..
Ngeposting pertama kali di blog archie-ku, kuk rasanya tersiksa banget ya? Habisnya lagi gak ada feel nih, lagi tertekan. Jadi nulisnya juga amburadul gak ada ide gitu. Wah tapi aku harus bisa!!! Ni buat nilai tugas juga je,,hehe.. Yah jadi meskipun agak amburadul dan kacau biangggeeetttt bahasanya, gapapalah diterusin aja. Harus dipaksa ni.. hehe, smoga aja ntar lancar.. amin
Akhirnya seminar HPTT63 yang telah dikonsep mpe pusing, capek, diwarnai dengan darah dan tangis (wekk hipozz banget) selesai sudah. Ada yang bilang oke, sukses, namun ada juga yang bilang kurang. Biasalah.. hehe
Whew, seminar HPTT emang udah selese, tapi ternyata tugas panitia gak berhenti begitu saja. Masih ada follow up yang harus kami pikirkan. Dan juga LPJ!! Hoho..
Aku belum selese nih bikin LPJnya sie acara.. masih nunggu komentar dari temen-temen peserta dan juga temen-temen sie acara lain. Hoho, sengaja nih! Biar LPJ yang aku buat juga berkwalitas.. ceilee.. hehe. Ya maksud aku tuh biar tuh LPJ gak cuma sekedar asal LPJ tapi harapannya, semoga apa yang tertulis dalam LPJ nanti benar-benar bisa berguna buat acara seminar HPTT-HPTT mendatang. Gitu deh.. hehe..
Nah, buat temen-temen yang baca tulisanku ini, aku harapkan bisa memberi masukan, saran, kritik, dll mengenai acara seminar HPTT 63 kemarin. Demi kebaikan bersama insyaAllah.. Sebelumnya makasih banyak yaa...
(My wish: semoga perjuangan ini, peluh ini, tidak menjadi sia-sia. Amin)
Juma't pekan lalu, kuliah perdana Arsitektur Digital. Apa itu Arsitektur Digital? Gak akan aku bahas di sini. Pokoknya pas kuliah kemaren, secara kuliahnya baru pengantar, ya kami dikasih gambaran tentang apa dan bagaimana arsitektur digital itu..bla..bla.. Then gak hanya itu, pada pertemuan pertama tersebut, kami dicecoki dengan serba-serbi dunia digital. Whew.. email, milis, blog, plus software-software tentunya... macem autoCAD, sketchup, ecotect, photoshop, dll.
Nah terus di hari itu juga kami langsung dapet tugas membuat email baru (coz bapaknya gak maw kalo email kita pake nama samaran), selanjutnya gabung di milisnya arsitektur digital. Dan juga kita disuruh bikin blog. Nah ini dia nih.. aku kan sebenernya udah punya blog yang ini. Tapi aku akhirnya bikin blog lagi. Rencananya sih blogku yang ini kupake buat gila-gilaan(whew..) kalo blogku yang satunya khusus kupake untuk ARSITEKTUR. All about arsitektur..
Learn to be a Great Architect!! Itulah judul blogku yang baru, silakan kalo temen-temen sempat, silakan berkunjung ke meidwinnarch07.blogspot.com. Because I wanna be a great architect... doakan ya... ^;^
Sekarang udah hampir jam satu dini hari. Namun aku masih saja berkutat dengan laptopku. Mengutak-atik kembali konsep acara untuk Seminar HPTT 63.
Ahh,,udah lewat tengah malam. Badanku udah pegel-pegel, capek.. ingin istirahat. Tapi 'tugas' ini belum selesai. Fyuuhh...
Teringat ledekan temanku, "Anak acara yang lain mana? Kok yang kerja cuma itu-itu aja? Anak buahmu diberdayakan donk!". Aku hanya bisa terdiam mendengar ledekannya. Capek.
Ahh,,aku harus gimana donk? YMku masih aktif, siapa atau ada yang mau membantu. Tapi mungkin percuma, teman-teman udah pada kabur. Pergi ke alam mimpi. Aku ditinggal sendiri, berpikir sendiri, merumuskan latar belakang-tujuan-hingga TOR pembicara dan lain-lain.
Sebenernya aku cukup jago mengarang indah. Namun aku sudah capek, udah jenuh, sejak kemarin pun aku juga yang ngarang semuanya. Selain itu, hal yang membuatku cukup bingung adalah masalah penguasaan tema. Haruskah aku menelurkan sebuah 'karangan indah' hanya dalam waktu semalam dengan tema yang sangat asing bagiku, "ENERGI"? Coba deh, sehebat apapun seorang pengarang, kalau dia tidak menguasai bahan, sama aja donk omong kosong. Memang, itu adalah tantangan, tapi itu adalah pantangan!
Ahh,,udah malem. Kusudahi saja dulu. Tapi, mumpung masih ada sisa tenaga, kulanjutin dulu deh sebisaku. Yah meski teman-teman meninggalkanku, kuyakin Allah akan tetap bersamaku. Amin
(Puji syukur kehadirat Allah yang masih memberikan nikmat iman dan Islam pada diri ini..)
Selamat datang di blogku yang mungkin hanya berisi secuil pemikiran dan ungkapan isi hati...
Sungguh, kebenaran datangnya hanya dari Allah. Adapun kesalahan datangnya murni dari diri ini. Untuk itu mohon masukan, kritik, dan sarannya serta mohon dimaafkan atas segala kesalahan. Terima kasih. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat dan membawa berkah. Amin
(Mulakanlah dengan membaca Basmalah.... dan akhirilah dengan Hamdalah..)