Kita adalah manusia, ciptaan-Nya yang paling sempurna di antara makhluk yang lain. Tapi apakah yang sudah kita lakukan sebagai makhluk-Nya? Kita diciptakan di bumi ini bukan hanya sekedar "pemanis". Kita adalah KHALIFATULLAH! Lantas sudahkah kita menjalankan amanah suci ini? Selamat berjuang, Allah yubarik fik!
Tuesday, January 29, 2013
Tsubasa o Kudasai (Give Me Wings)
Saturday, June 26, 2010
Sebuah Lagu untuk Mereka yang Kucintai
Sesungguhnya lagu bukanlah sesuatu yang aku suka, apalagi musik.. namun aku terkadang terbawa oleh indahnya lirik, kata-kata yang indah dan bermakna di dalamnya..
Hari ini dan mungkin belakangan ini, ada sebuah lirik lagu yang terus saja terngiang-ngiang di telingaku.. bukan karena aku menyukai musiknya ataupun penyanyi.. aku menyukai cuplikan liriknya..
ku akan menjagamu
di bangun dan tidurmu
di semua mimpi dan nyatamu
ku akan menjagamu
tuk hidup dan matiku
tak ingin, tak ingin kau rapuh
Yap, kau kenal lagu itu? Itu adalah cuplikan lirik lagu grup band Wali, yang berjudul Dik.. entah apa maksud lagu itu bagi penyanyi ataupun pencipta lagunya.. aku tak peduli.. ya, aku hanya peduli pada makna dari liriknya yang bisa kutangkap.. makna yang begitu dalam, membekas di hati..
Cuplikan lirik lagu mengingatkanku pada orang-orang yang aku sayangi.. orang-orang yang ingin selalu aku dekap erat, menjaga mereka dengan segenap jiwa raga ini.. orang-orang yang aku cintai karena Allah.. orang-orang yang teramat berharga bagiku.. sebuah lagu untuk KELUARGAku tercinta..
Lirik Lagu Wali – Dik
(Full Version)
dik aku minta
kau akan selalu setia
dik aku mohon
kau selalu menemani
saat kau tengah terluka
kala kau tengah gundah
reff:
ku akan menjagamu
di bangun dan tidurmu
di semua mimpi dan nyatamu
ku akan menjagamu
tuk hidup dan matiku
tak ingin, tak ingin kau rapuh
dik jangan engkau
pergi tinggalkan aku
ooh, dik ingin aku
cinta dan cinta selalu
repeat *
repeat reff
kau akan menjagaku
di bangun dan tidurku
di semua mimpi dan nyataku
kau akan menjagaku
tuk hidup dan matiku
tak ingin, tak ingin kau rapuh
repeat reff
(http://liriklaguindonesia.net/w/wali/wali-dik/)
Ya Allah, semoga Engkau meridhoi cinta kami.. amin..
Ya Allah, aku ingin mereka tahu bahwa aku begitu mencintai mereka.. sangat-sangat cinta.. kalaupun selama ini aku melakukan sesuatu yang mungkin menyakiti hati, itu semata karena aku ingin melindungi mereka..
Aku tak rela, dan tak akan pernah rela setan merebut hati mereka.. bahkan aku pun tak rela setan menyentuh kulit mereka..
(to be continued..)
Sunday, January 18, 2009
WE WILL NOT GO DOWN
Monday, October 13, 2008
Pro Kontra Musik
Musik memang menyenangkan, meskipun sebenarnya aku tidak begitu suka musik. Entah karena kebetulan atau memang Allah menakdirkan aku begitu. Namun hal itu membuatku bersyukur karena setidaknya aku bisa ‘sedikit’ menghindarkan diri dari sesuatu yang status hukumnya masih meragukan.
Aku memang kurang suka musik. Namun bukan berarti aku sama sekali tidak pernah menyentuh dunia musik. Sesekali aku pun turut mendengarkan alunan musik yang menyenangkan. Namun entah mengapa, dari hari ke hari aku semakin merasa musik bukan hidupku. Musik bukan hidup seorang Muslim. Aku harus meninggalkan musik. Begitu pikirku. Ya, dan pikiran-pikiran seperti itu dari hari ke hari semakin kuat.
Ah, musik. Apa salah jika aku meninggalkan musik? Tidak kan? Toh bukankah meninggalkan sesuatu yang meragukan itu lebih baik? Dengan tekad yang kuat, aku mulai mengurangi interaksi dengan musik. Ketika aku sedang bosan dan ingin mendengarkan musik, aku beralih untuk menggantinya dengan ayat-ayat cinta bacaan suci Al-Qur’an, murottal. Jika dibandingkan, musik bukannya membuat hati ini tenteram dan mensucikan, justru membuat hati ini keras dan resah. Sebaliknya, bacaan ayat-ayat suci Al-Qur’an akan membawa kita pada ketenteraman hati, kesucian pikiran, kelembutan perasaan, serta kecintaan pada Sang Pemberi Cinta.
13 Oktober 2008 (18:25)
-sambil mendengarkan MP3 Murottal-
Saturday, May 17, 2008
Aku dan Musik
tanya seorang temanku heran.
“Aku emang suka nasyid. Tapi aku jarang ndengerin nasyid,”
jawabku.
Memang benar. Aku menyukai nasyid. Di antara musik-musik yang ada, aku paling suka nasyid. Tapi aku jarang ndengerin nasyid. Nggak tau kenapa, nggak seperti kebanyakan orang, aku nggak terlalu suka musik. Bahkan dulu aku benar-benar nggak suka musik.
Musik bagi kebanyakan orang memberikan makna tersendiri. Bagi mereka, musik adalah sesuatu yang indah dan membahagiakan. Romantisme, semangat, semua dapat tercipta dengan musik. Musik bikin hidup lebih hidup..begitu kata orang. Namun sepertinya itu tidak berlaku buatku.
Bagiku, musik terkadang merupakan musuh bagi jiwaku. Meskipun sebenarnya aku tak mengelak bahwa musik itu menyenangkan. Namun entah kenapa, hati kecil ini menolak. Ketika aku mulai terbuai dan tersihir oleh indahnya alunan musik, ketika aku mulai menikmati gemulai iramanya, hati ini seolah tidak rela. Tidak sudi membiarkan telingaku bermesaraan dengannya. Nuraniku seolah tidak bisa menerima kehadiran musik sebagai teman hidupku. Hati ini seakan menolak mentah-mentah keberadaannya.
Wallahu ’alam bisshawab.. sesungguhnya hanya Allah lah yang tahu mana baik dan mana yang buruk..
Saat aku mulai terlena,
09 April 2008
(08:30)
Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh...
(Puji syukur kehadirat Allah yang masih memberikan nikmat iman dan Islam pada diri ini..)
Selamat datang di blogku yang mungkin hanya berisi secuil pemikiran dan ungkapan isi hati...
Sungguh, kebenaran datangnya hanya dari Allah. Adapun kesalahan datangnya murni dari diri ini. Untuk itu mohon masukan, kritik, dan sarannya serta mohon dimaafkan atas segala kesalahan. Terima kasih. Selamat menikmati. Semoga bermanfaat dan membawa berkah. Amin
(Mulakanlah dengan membaca Basmalah.... dan akhirilah dengan Hamdalah..)